Poetry
4 stories
Surat untuk Penyair Muda by didi80
didi80
  • WpView
    Reads 470
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
Bacaan wajib bagi Anda yang sedang memulai atau ingin mulai menekuni dunia kepenulisan, baik puisi, cerita dan lainnya. Surat untuk Penyair Muda merupakan surat terbuka yang diterjemahkan oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri dari Letters to a Young Poet karya Rainer Maria Rilke (Jerman). Berisi nasehat-nasehat dan gambaran-gambaran riil tentang lika-liku dunia kepenulisan, yang mungkin sangat jauh dari gambaran Anda. Sebagai pengantar, disajikan pula puisi dari penyair gaek Indonesia, Saini KM dengan judul yang sama. Semoga bermanfaat.
Edgar Allan Poe: Antara Realita, Mimpi dan Karya by didi80
didi80
  • WpView
    Reads 1,151
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
DI ANTARA para penulis Amerika, dewasa ini, barangkali, Edgar Allan Poe-lah yang paling terkenal di luar Amerika. Ada sesuatu pada puisi-puisi dan khususnya pada cerita-cerita pendeknya yang menarik perhatian orang-orang di seluruh penjuru dunia. Poe telah menjalani hidup yang berat, dan hampir selama hidup itu mimpi-mimpi yang dialaminya tinggal hanya mimpi-mimpi. Dia minum untuk melepaskan diri dari persoalan-persoalan dunia nyata. Dia lari ke dalam dunia mimpinya di dalam puisi-puisinya dan berbagai cerita terbaiknya. Poe sendiri mengatakan dia adalah seorang pemimpi. Bayangkan, katanya, bayangkan seperti halnya saat kau beranjak tidur, tapi belum tidur. Kau bayangkan mimpi-mimpi yang ganjil. Jika kau tidur kau akan melupakannya. Poe menyatakan dia bisa memanggil dirinya kembali ke dunia nyata saat hampir masuk ke dunia mimpi, lantas mengingat sesuatunya yang dia alami pada bagian dunia yang baru saja dia datangi. Ini, katanya, adalah bahan-bahan untuk berbagai tulisannya. Jika dia mengatakannya, kita boleh percaya itu benar. Tapi di samping itu, dia mengisi puisi-puisi dan cerita-ceritanya dengan mimpi-mimpi yang dialaminya saat tidak tertidur sama sekali.
Sajak Delusi by WilliamWilliam4
WilliamWilliam4
  • WpView
    Reads 204,114
  • WpVote
    Votes 5,684
  • WpPart
    Parts 49
☆★☆ Hanya berisi kiasan personifikasi Menghidupkan yang mati Dan tergerak dalam imajinasi Seakan akan berkata kosa Dan membekas pada jiwa Namun hanya imajinasi mati Delusi ★☆★
Nyalindung by DianHartati
DianHartati
  • WpView
    Reads 1,327
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 56
Menggenapkan Kenangan kepada Achmad Budiarto,Adi Mulyadi, Anna Desiyanti Rahmanhadi, Donni Marsihar Tambunan, Ikamarawati, Indra Samsudin, Irma Rosmaya, Nina Marliana, dan Yusuf Nugraha Dano Ali. Puisi-puisi ini adalah awal dari perjalanan kita untuk menggenapkan kenangan. Setelah sebagian waktu kita lalui bersama dalam alur suka duka selama kuliah kerja nyata (KKN). Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah ini, maka biarlah semua dimampatkan angan, agar kenangan itu melebur menjadi bagian dari diri kita. Begitulah… Kita telah berjalan melalui titik awal, saling bersinggungan, memberi jeda, berhimpitan dan berakhir pada kerinduan panjang setelah malam-malam dilewati gelak canda. Merepihkan setiap senyuman, berimaji dengan tubuh-tubuh sesat. Kita pun sempat menyempurnakan kenangan ini, saat ini juga. Ketika cinta melahirkan anak-anak kerisauan, kita saling bersengkarut dalam perjalanan masing-masing. Menemui kampung halaman di medan kerinduan. Pulang dan kembali sadar bahwa kita sendiri punya jiwa yang tak dapat ditawar untuk sekadar mereguk cawan kepura-puraan dalam hati. Kita satu hayat dalam barisan kenang. SudutBumi, 9 September 2005 Dian Hartati