omarlezian
- Reads 3,797
- Votes 248
- Parts 32
"Bagaimana jika tugas terakhirmu sebagai sekretaris adalah merencanakan pernikahan agung untuk pria yang diam-diam kau cintai?"
Selama empat tahun, Tinasha Elara mengabdi sebagai bayangan sempurna di balik takhta Arthur Lancaster. Di lantai empat puluh Lancaster Holdings, Tinasha ditakuti sebagai "Ratu Es"-sekretaris eksekutif tanpa emosi yang mengatur hidup sang CEO miliarder dengan presisi mematikan.
Namun, ketika Arthur mengumumkan pertunangan bisnisnya dengan putri seorang konglomerat saingan, pertahanan baja Tinasha runtuh. Menolak hancur perlahan, ia meletakkan surat pengunduran dirinya. Sialnya, sebagai hukuman, Arthur memaksanya menjalani masa transisi tiga puluh hari dengan satu tugas utama: menyempurnakan pesta pernikahan pria itu sendiri.
Tinasha pikir ia bisa menelan rasa sakitnya. Ia salah besar.
Surat pengunduran diri itu justru membangunkan monster posesif di dalam diri Arthur. Sang tiran berdarah dingin mendadak kehilangan kewarasannya. Alih-alih melepaskan, Arthur mengunci Tinasha di sisinya. Pria itu rela menyabotase perusahaannya sendiri, menabuh genderang perang dengan keluarga elite Eropa, dan membakar kerajaannya menjadi abu asalkan Tinasha tidak pergi dari genggamannya.
Di tengah intrik spionase bisnis tingkat tinggi, skandal kehamilan rahasia, dan gairah memabukkan yang meledak di atas meja kerja mahoni, Tinasha harus membuat pilihan. Mundur sebagai wanita yang patah hati... atau melepas topeng Ratu Es-nya dan menggunakan otak jeniusnya untuk menyelamatkan takhta pria yang mencintainya dengan gila.
Tiga puluh hari. Satu surat pengunduran diri. Dan sebuah permainan kekuasaan di mana pemenangnya akan mendapatkan segalanya.
"Aku akan membelikanmu ribuan gaun baru, tapi malam ini kau tidak akan memakai apa-apa. Persetan dengan pernikahan itu. Gedung ini milikku, dan kau... juga milikku." - Arthur Lancaster.