jihansartika's Reading List
3 stories
UNTUKMU, IMAM RAHASIAKU (the Secret Husband) TERBIT! by MaylanKokonoka
MaylanKokonoka
  • WpView
    Reads 5,564,066
  • WpVote
    Votes 174,954
  • WpPart
    Parts 29
TERSEDIA DI GRAMEDIA. Dalam Hadist dari Zubair bin Awam Ra, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Umumkanlah nikah."(HR. Ahmad 16130, Ibnu Hibban 4066 dan di hasankan Syuaib Al-Arnauth) Tapi apa yang dilakukan Maylan berbeda, dia merahasiakan pernikahannya dengan Ken. Yang notabene adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja. Apa yang akan terjadi pada pernikahan Maylan dan Ken? Akankah Maylan memberanikan diri mengumumkan pernikahannya di hadapan teman kerjanya?
N A U by JsscAP
JsscAP
  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 5
Dingin itu memang menyegarkan. Tapi sifatmu yang dingin itu sedikit menyebalkan. Namun begitu, aku tetap mencintaimu. -Naufal Arsenio Frimawan- Pada awalnya, aku menganggap sifatmu itu mengganggu ku. Tapi lama kelamaan, aku mulai terbiasa dengan itu. Tetaplah disini bersamaku. Dan buat aku ceria kembali. -Naura Adriana Salsabila- Dan pada akhirnya, secara perlahan es batu itu mulai mencair menjadi air yang senantiasa mengalir seperti kisah cinta mereka.
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,899,063
  • WpVote
    Votes 537,598
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."