CERPEN
21 histoires
Pukul Sembilan par expellianmus
expellianmus
  • WpView
    LECTURES 27,876
  • WpVote
    Votes 4,314
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Bagiku, ucapan selamat malam adalah ucapan penghargaan untuk seseorang karena telah berhasil melewati harinya. Dan bagiku, ucapan selamat malam harus diucapkan sebelum pukul sembilan. Karena setelah pukul sembilan, aku seperti mayat berjalan. Dan karena hidupku, bisa dibilang, berakhir pada pukul sembilan.
Melalui Lensa par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 11,686
  • WpVote
    Votes 2,306
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Sebelum kakiku sempat melangkah mundur, jemarinya yang dingin mencengkeram tanganku. Dan bersama jiwaku di cengkeraman jemarinya itu, dia melompat. Seharusnya aku tidak pernah menyadari keberadaan sebuah siluet di layar kameraku.
About the Girl Who Dressed in Black par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 21,978
  • WpVote
    Votes 4,115
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Hal yang kutahu mengenai gadis itu: dia suka warna hitam.
Kalau Hujan Sudah Berhenti par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 34,109
  • WpVote
    Votes 4,586
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] "Kapan kau pergi dari situ?" tanyaku. "Kau bisa sakit." Seperti yang sudah-sudah, gadis itu menjawab, "Kalau hujan sudah berhenti."
About the Girl Who Read Newspapers par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 21,180
  • WpVote
    Votes 4,098
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Dia bilang, waktunya sebentar lagi. Dia bilang, kehadiranku membuatnya ingin memiliki lebih banyak waktu. Dia bilang, dia tidak seharusnya mengenalku. Dia bilang, selamat tinggal. Dia bilang, pergi, Rai.
Ke Tempat Aku Pergi Bersama Gadis Berpayung Merah par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 13,440
  • WpVote
    Votes 2,284
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] "Kau tidak perlu tahu siapa aku," kata gadis itu dengan suara lembutnya, seperti suara angin malam yang berhembus. "Datanglah bersamaku." Aku pikir, gadis ini sangat bodoh berpikir aku akan dengan senang hati datang entah ke mana dengan orang asing seperti dirinya. "Aku yakin kau akan senang datang bersamaku." Aku memperlihatkan wajah marahku. "Mengapa aku akan senang? Pergilah!" "Karena kau ingin mati, bukan?"
About the Girl Who Took Pictures par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 23,546
  • WpVote
    Votes 4,170
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Kuharap, aku tidak pernah tahu isi kamera gadis itu.
The House of the Montgomerys par prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURES 17,307
  • WpVote
    Votes 2,811
  • WpPart
    Chapitres 1
[1/1] Sebelum dia mendorong papan biru yang sudah kuketuk empat kali, gadis bersuara angin itu menoleh. "Kau," mulainya, "mungkin akan terkejut melihat ini." Setelah itu, dia mendorong pintu. Dan, teori kau-mungkin-akan-terkejut bukan hanya sebuah perkiraan yang tak berdasar. Aku memang terkejut.
Exit Wounds par eatbeezle
eatbeezle
  • WpView
    LECTURES 90,100
  • WpVote
    Votes 12,862
  • WpPart
    Chapitres 10
[TR 4] Elsa, kopi, tengah malam, luka, tugas, Hafizh. Semua itu berkaitan. copyright 2015 © rdnanggiap
[Oneshoot] Stronger ✔️ par Kelamkari
Kelamkari
  • WpView
    LECTURES 411
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Chapitres 1
Aku beruntungkah? Memiliki anak masih kecil setelah ditinggal istri tercintaku. Atau aku sial? Karena tidak pandai mengurusi anak, malah mengabaikannya. Anakku yang lucu, Falenna Rasya, maafkan ayahmu kali ini. Mungkin akan beda bila kita bersama. Meski tidak ada sosok ibu di samping kita. Ayah tidak mampu mengurusmu, jadi ayah hanya menitipkanmu pada pengasuh. Maafkan ayah, Sayang. Melupakanmu demi pekerjaan ayah paling diprioritaskan. Maafkan ayah. ---- Copyright © 2016 by Sanchi