reducethepain_
- Reads 2,668
- Votes 236
- Parts 18
Kisah ini bermula dari enam siswa SMA Alstroemeria yang terpilih menjadi relawan dalam berbagai kegiatan bakti sosial dan penanganan bencana. Awalnya mereka hanya sekadar rekan tugas.
"Serius kita bakal satu tim terus?" tanya Pal waktu pertama kali briefing.
Zel mengangkat bahu. "Kayaknya. Nasib relawan."
Tha cuma menimpali singkat, "Yang penting kerjanya beres."
Seiring waktu, kegiatan lapangan, rapat, dan momen lelah bareng justru membuat mereka makin akrab, sampai tanpa sadar terbentuk kelompok kecil bernama SCAPTIZ.
"Ini udah kayak tim tetap nggak sih?" gumam Ivy suatu sore.
Ale yang duduk di samping hanya menjawab santai, "Udah dari lama."
Cia ketawa kecil. "Padahal awalnya cuma satu kegiatan doang."
Dengan kepribadian yang berbeda, latar belakang beragam, dan cara berpikir yang nggak selalu sama, dinamika mereka penuh candaan, debat ringan, dan momen hangat yang nggak direncanakan.
Perjalanan mereka bukan cuma tentang jadi relawan, tapi juga tentang tumbuh bareng, saling ngerti satu sama lain, dan pelan-pelan menemukan arti kebersamaan di masa SMA-di tengah tugas, luka lama, dan cerita hidup yang terus berjalan.