NurAzlina22
"Mas, kalau kamu memang yang telah tertulis di lauhul mahfudz untukku, yakinlah aku mencintaimu sebelum aku mengenal siapa diriku, sebelum aku tahu bahwa jariku ada sepuluh, sebelum aku mengetahui semuanya. Karena seberapa kali pun hatiku telah terjatuh, nyatanya tempat terakhir untuk berlabuh hanya padamu"
"Ini lagi nganterin murid ujian tahfidz di Singojuruh mbak", pesan yang barusan terpampang di layar mengundang ukiran simetris dari bibirku.
Mataku menelusuri jejeran kios pedagang di lantai dua pasar tradisional ini. Walaupun begitu, tak satupun sel otakku berkoordinasi dengan tepat bersama indra penglihatan tersebut. Melayang dan jatuh tepat pada seorang yang baru saja mengirim pesan di seberang sana.
Karena menurutku semua cerita ini harus menemukan ujung, terselesaikan dan tak melulu belum terhalalkan. Terhalalkan sebuah akad yang pasti.