syrenxa
- Reads 11,077
- Votes 1,075
- Parts 12
Gone tidak pernah berniat menjalin kedekatan dengan rekan mainnya di proyek drama terbaru ini-terutama bukan dengan pria dingin yang bahkan enggan menatapnya saat diajak bicara. Namun, satu adegan sederhana di balik layar mengubah segalanya: sebuah tawaran makanan yang ditolak, sebatang rokok yang dihisap dalam diam, dan sebuah keheningan yang justru menyuarakan banyak hal.
"Mengapa tidak makan?" tanya Gone dengan nada hati-hati. Tangannya penuh dengan makanan ketika ia mendekati laki-laki yang berdiri seorang diri di sudut halaman, larut dalam kabut asap rokoknya.
Ia menatap laki-laki itu sejenak, lalu menyodorkan makanannya. "Kau mau?"
Laki-laki itu menggeleng. Ia menjatuhkan rokoknya ke tanah dan menginjaknya dengan satu gerakan ringan. "Kau saja. Aku tidak berselera," ujarnya singkat sebelum berbalik dan berjalan menjauh, meninggalkan gadis berbaju putih-hitam itu dalam diam.
Gone mendesah panjang. "Laki-laki itu benar-benar dingin. Seolah-olah aku datang karena ingin berbasa-basi dengannya." Ia membuka makanannya dan mulai mengunyah dengan kesal.
"Jika bukan karena proyek drama ini, aku pun tidak tertarik menghampirinya." Tatapannya mengikuti sosok laki-laki itu yang perlahan menghilang di balik tembok. "Sungguh, laki-laki sombong."
Ia berpikir, ini hanya bagian dari pekerjaan. Tapi mengapa penolakan singkat itu menimbulkan rasa penasaran yang berkepanjangan?
Di balik sikapnya yang dingin dan ucapan yang seadanya, lelaki itu menyimpan sesuatu-dan Gone, tanpa sadar, mulai melangkah lebih jauh dari sekadar skenario naskah.
---
noted : nama tokoh-tokoh yang terlibat, bukan 100% murni nama asli dari staff yang terlibat