junaannisaaffa
Datang lalu pergi, bagai hujan yang tak lagi memberikan kesejukkan dalam setiap tetes airnya yang jatuh menyentuh tanah. Membuat ritme yang indah sehingga memutar memori dalam kenangan, memberikan wangi yang khas bagai waktu yang telah dinanti. Terkadang itu hanya sebuah kenangan yang menyelinap diantara kebahagian. Hingga hati yang telah menyatu kembali retak seiring dengan kenangan yang tak kunjung pergi. ia datang begitu lama bertahan lalu hilang saat hati ingin membuka kembali cahaya bagi harapan. Andai hati kitalah yang mengatur mungkin takkan ada luka yang membuat pipi ini basah akan air mata. Tetapi, ini hanya skenario dari Tuhan sebagai sutradara terbaik dalam hidup. Alur nya bagai teka-teki bisu dalam kegelapan takkan ada yang tau setiap detik adalah langkah menuju akhir kehidupan sehingga takkan ada lagi hujan itu. Untuk memenuhi buku kenangan dalam hidup.