intannurwahyu's Reading List
6 stories
Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (Quotes) by marishazhr
marishazhr
  • WpView
    Reads 22,615
  • WpVote
    Votes 251
  • WpPart
    Parts 1
DEAR NATHAN by Eriscafebriani
Eriscafebriani
  • WpView
    Reads 33,960,991
  • WpVote
    Votes 871,779
  • WpPart
    Parts 44
(Telah Terbit dan Difilmkan) Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma Alvira bertemu dengan seorang cowok yang membantunya menyelusup lewat gerbang samping. Selidik punya selidik, cowok itu ternyata bernama asli Nathan; murid nakal yang sering jadi bahan gosip teman-teman terdekatnya. Beberapa rangkaian kejadian pun terjadi yang justru mengantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan. Dua kepribadian yang saling bertolak belakang, seperti langit dan bumi; yang tidak bisa bersatu tapi saling melengkapi. Novel ini mengisahkan tentang masa indah putih abu-abu, persahabatan, pelajaran kehidupan dan pentingnya untuk selalu menghargai perasaan.
Tanpa Harus Kau Ketahui by iednabilah
iednabilah
  • WpView
    Reads 23,393
  • WpVote
    Votes 503
  • WpPart
    Parts 8
Tak semua tentangmu dalam cerita kita perlu kamu ketahui , termasuk ini. Ini untukmu , tanpa perlu kau ketahui.
Waktu Yang SALAH by XNoname00
XNoname00
  • WpView
    Reads 21,160
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 11
Ingat kata Fiersa Besari? Rasa kita tepat! namun, waktu kita yang SALAH...
Fiersa Besari - Temaram by thrxxblck
thrxxblck
  • WpView
    Reads 10,046
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 1
...
Bintang Dilangit Senja by estory17
estory17
  • WpView
    Reads 95,885
  • WpVote
    Votes 3,241
  • WpPart
    Parts 34
"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...