eva_septian's Reading List
2 stories
Aunty I Love You by FindahFit
FindahFit
  • WpView
    Reads 2,801,717
  • WpVote
    Votes 130,305
  • WpPart
    Parts 46
Dia adalah suami dari Alm kakak ku. Walaupun kak Dewi sudah meninggal, dia masih sering main ke rumah untuk membawa Bagas bertemu dengan Ibu dan Ayah. Kesanku terhadap Kakak ipar ku itu dia adalah orang yang sopan, tidak banyak bicara, penyayang, sedikit kaku, bertanggung jawab, dan poin plusnya dia sangat tampan. Aku tidak munafik saat pertama melihat dia waktu dia datang ke rumah. Tidak ada hal special terjadi diantara kita, interaksi juga seadanya dan itu menyangkut Bagas keponakan ku satu-satunya. Tetapi satu pertanyaan dirinya membuat semua berubah seketika.
Hello, Future! by Miss_N714
Miss_N714
  • WpView
    Reads 1,959,868
  • WpVote
    Votes 204,033
  • WpPart
    Parts 61
Rank #5 - roman (26 Feb 2021) Rank #3 - acak (15 Maret 2021) Rank #2 - fiksiumum (11 April 2021) "Assalamualai...." Salamnya terputus ketika netranya menangkap sosok yang membuka pintu ternyata bukan pemilik rumah. "Assalamualaikum." Ujarnya mengulang salam. Laki-laki di depannya mengernyit bingung. "Kamu siapa?" Tanya laki-laki tersebut sambil memastikan sesuatu ke arah gerbang. "Saya Melva Laksamana, Om." Jawabnya mantap. Gadis yang bernama Melva tersebut mengikuti arah pandang laki-laki di depannya ke arah gerbang. "Saya nggak tanya nama kamu. Saya tanya siapa kamu?" Mendengar pertanyaan sarkas tersebut Melva menyengir lebar, sadar kesalahannya. Tapi bukankah itu jawaban umum dengan menyebutkan nama untuk menjawab pertanyaan siapa kamu? Ah sudahlah. Lebih baik ia segera menjawab. "Saya orang, Om." Jawabnya akhirnya. "Om nyari apa?" Tanya Melva kemudian karena atensi laki-laki di depannya masih menelisik gerbang di sana. Laki-laki itu baru memperhatikan gadis di depannya ini. "Kok kamu bisa masuk? Kamu mau nyari sumbangan, kan? Kamu salah alamat." Tuding laki-laki tersebut. Melva bengong mendengar tuduhan tak berdasar yang di ajukan kepadanya. Ternyata dari tadi laki-laki di depannya memastikan keberadaan Mang Jaya, satpamnya, karena kenapa Melva bisa masuk. "Saya bukan meminta sumbangan, Om. Saya ke sini mau jemput rejeki." Tuturnya. "...." Baru saja laki-laki tersebut akan menjawab. Namun suaran lain dari dalam rumah tersebut lebih dulu menyela.