Rendi Febrian
4 stories
Gitak by rendifebrian
rendifebrian
  • WpView
    Reads 53,381
  • WpVote
    Votes 4,926
  • WpPart
    Parts 7
Pernah melihat hantu? Aku pernah. Selalu. Kemanapun aku pergi, dimanapun aku berada, aku selalu melihat hantu. Apa kalian juga tahu: hantu, setan dan jin adalah tiga jenis makhluk halus yang berbeda? Jin adalah makhluk halus yang berada di tingkatan pertama. Makhluk penjelma dari sosok-sosok iblis. Jangan sampai terjebak oleh mereka. Jika kau mati, dan arwahmu tak bisa pulang ke atas sana, dan kau diambil oleh sang Jin... kau akan menjadi budak mereka. Setan adalah makhluk halus yang berada di tingkatan kedua. Makhluk ini nakal, suka menjahili manusia yang masih hidup. Kau tentu saja pernah melihat Pocong. Apa kalian tahu terkadang mereka menjelma menjadi gulingmu? Apa kau tahu kalau di sudut kamarmu ada kepala terbang yang menontonmu tidur? Apa kau juga tahu, kalau di bawah ranjangmu suka ada Tuyul sedang memain-mainkan rambutmu hingga kau mimpi buruk? Sesosok Kuntilanak mengikutiku, atau itulah yang aku tahu. Yang tidak aku tahu adalah alasannya. Namun aku yakin, dia ingin aku mati. Sedangkan hantu ada di tingkatan ketiga. Mereka adalah arwah-arwah penasaran yang tidak bisa meninggalkan dunia fana karena masih mempunyai urusan yang belum selesai semasa dia hidup. Biasanya, hantu-hantu ini meminta pertolonganku, untuk menyelesaikan apa yang harus mereka selesaikan agar mereka bisa beristirahat dengan tenang. Itu yang sedang aku hadapi sekarang. Aku bertemu dengan sesosok hantu. Dia meminta pertolonganku, agar dia bisa pulang ke atas sana. Ada dua alasan kenapa aku tidak mau menolongnya: Satu, karena aku takut dia adalah budak Jin. Dua, karena hantu ini... hantu bencong. *** Hallo! Ya, ampun. Saya bikin cerita horor abal-abal nih. Baca dong! Jangan lupa kasih saya masukkan, ya. Yang belum baca Tenjo, ayo baca di akun Mario Bastian, ya. Oke, cantiks? Soalnya cerita ini sambung-menyambung sama ceritanya si Om. Ini kolaborasi kami. Ooh la la. Happy reading. Jangan lupa matiin lampu dan baca doa dalam bahasa bencong.
Ngaco by rendifebrian
rendifebrian
  • WpView
    Reads 163,215
  • WpVote
    Votes 5,074
  • WpPart
    Parts 8
Hello, RF here. Di daftar Prositusi Online, RF itu sejam-nya 60 juta. Ada yang mau sama saya? Call asisten saya, ya. Namanya Tante Mysakonla. Hihihihihi. No, honey. Saya datang ke sini bukan mau menjajakan diri. Saya RF. Rendi Fujoshi. Meski saya Fujoshi, saya laki-laki. Karena menurut saya Fudanshi itu hanya mitos. Hoax, bahasa kerennya. Saya membawakan kembali cerita berunsur gay. Kata Mama saya, Homo. Dengan senyuman konyol di bibirnya. Jadi, kalau kalian nggak mirip Mama saya yang suka baca cerita gay atau Hello Homo, silahkan angkat pantat kalian. Saya nggak tau sih caranya gimana. Pokoknya, minggir gitu, lah. Dari pada nanti kalian teriak: Ohmegod! Itu kentinya masuk lubang. Terus kalian mati. Kan saya yang disuruh tanggung jawab. Ogah deh. Saya mah Fujoshi baik-baik. Meski di cerita ini saya nulis adegan dewasa, berunsur... Umigod gitu deh, tapi saya laki-laki polos yang mirip bayi baru lahir ke dunia. Fokus cerita ini sebenarnya ke Tommy sama Sean. Sama-sama saling suka, tapi saling nggak mau mengakui. Klise, kan? Di dunia Hello Homo, banyak banget tuh kayak gini. Bedanya, juga kenapa judulnya Ngaco, Tommy ini bisa ngomong sama hewan. Sedangkan Sean bisa baca pikiran hewan. Di cerita ini saya nggak bisa janji bakal lebih membahas ngomong sama hewan itu atau sama hubungan Tommy dan Sean. Saya orangnya suka berubah pikiran. Cerita ini nggak akan panjang. 12 Chapter aja kayaknya. Saya nggak janji update-nya bakal cepat atau lambat. Saya juga fokus ke Horrible Life, soalnya. Saya juga suka ke-distract sama game. Terus nonton maraton Asia's Next Top Model. Atau serial True Blood dan Teen Wolf. Nulis di laptop sih, di mana laptopnya disambungin ke WIFI. Buka internet terus ketimbang nulis. Hehehe, maafkan hamba, kanjeng ratu. Sip? Cerita ini dilindungi undang-undang per-homoan. Atau kayak begitulah. Saya mah senang-senang aja lah kalau ada yang mau post di Facebook. Happy reading! RF PS. XOXOXO
Horrible Life!!! by rendifebrian
rendifebrian
  • WpView
    Reads 1,244,587
  • WpVote
    Votes 86,645
  • WpPart
    Parts 41
Febri nggak pernah menyangka hidupnya akan penuh cobaan. Maksudnya, Febri tau betul dia nggak laku dan masih perjaka sampai umurnya berkepala dua. Oh, itu nggak penting. Tapi tetap membuat Febri nelangsa. Sampai akhirnya dia bertemu dengan sosok Rex. Orang yang dia yakinkan ke dirinya sendiri kalau dia benci setengah mati. Dan yakin nggak akan pernah jatuh hati sama cowok itu. Karena Febri masih mengira dirinya cowok normal, penyuka wanita dan shit. Well, apakah dia salah tentang dirinya sendiri? Simpel story tentang Febri dan Rex. LGBT(Q) konten. Bagi yang merinding baca tema seperti itu, please, back off. Penulis nggak percaya adanya homophobia, yang ada hanya asshole pembenci LGBT. Happy reading! Apalagi kalau bacanya sambil ngemil es batu dan ngemut permen.
Another Twin Story [Zedd] by rendifebrian
rendifebrian
  • WpView
    Reads 258,204
  • WpVote
    Votes 12,493
  • WpPart
    Parts 15
[WARNING; SUDAH DIBUKUKAN] Apa yang kalian pikirkan tentang anak kembar? Baju yang sama. Gaya rambut yang sama. Wajah yang sama. Bentuk tulang pipi yang sama. Cara bicara yang sama. Tatapan yang sama. Senyuman yang sama. Dan yang sama-sama selanjutnya. But, guess what?! We're NOT!!! Kami nggak sama. Maksud gue, me and my twin brother. Gue dan Variant nggak sama meski kami kembar. Yah, mungkin tinggi kami sama. Bentuk tubuh kami sama. Mr. P kami sama, oh, nggak. Panjangan punya gue. Cek terakhir pas kelas tiga SMP. Am I proud? Yes, of course. Lagi pula, Variant nggak perlu Mr. P yang panjang. Dia Botty. Who cares about Botty dick, hmph? Ah, yang sama lagi yaitu kami... gay. Tahu gay, kan? Yep. We love suck a dick, not lick a vagina. Oops! Busted! But whatever. Me and Variant love ourself way out. No, kami masih belum coming out. That's not a big deal, tho. So, yeah! This story is about me. Zedd. I'm eighteen years old. Kelas dua belas. Dan gue jatuh cinta sama guru Bahasa Jerman gue. Wait... what? Apa gue bilang jatuh cinta sama guru? Itu nggak benar, kan? Yah, itu benar. Tapi wajahnya nggak mirip guru. Dia lebih mirip... Sudahlah, gue akan ereksi jika mengingat wajahnya. Ini bagian gue, Zedd. Just sit down, read and enjoy. Don't hate me, deal?! Good. *** Hai-hai, ini cerita baru saya bareng @kincirmainan (https://www.wattpad.com/user/kincirmainan) Saya akan nulis bagian Zedd dan kincir akan nulis si kembaran, Variant. Ini hanya cerita ringan. Jadi, nggak perlu nagih-nagih lanjutan, oke. Just it!