ayahmu tumbuh di halaman belakang. ia belajar memanen ubi, memelihara anjingnya yang tinggal satu dan membuat telur paskah palsu. ia membenci anaknya yang tinggal satu. setiap sore kepalanya menjadi sekolah yang tidak belajar. ia tumbuh harum menjadi bau rambutmu dan kian mahir membawamu ke kamar dan memeluk kita sampai kita mati di dalam peti.
[sebuah saran: gunakan tipe huruf monospace ukuran minimal]
oh, beginikah rasanya menjadi
sebuah negara yang dilupa
oleh pemuda harapan esok
di tanah orang asing?