Flowriters's Daftar bacaan
3 historias
PULVIS (Edisi Revisi) por lokamedia
lokamedia
  • WpView
    LECTURAS 5,815
  • WpVote
    Votos 730
  • WpPart
    Partes 30
((TELAH TERBIT)) Semua berawal dari Levana yang bersembunyi di dalam gudang untuk menghindari PPL alias Pria Pejuang Levana. Tak disangka, seseorang sengaja membakar gudang tersebut dan membuat Levana kehilangan nyawanya. Tidak... Levana tidak meninggal. Ia masih hidup. Norbert berhasil menyelamatkan nyawa perempuan itu. Levana sangat senang saat mendapati dirinya masih bernapas, hanya saja ia merasa kalau ini bukan dunianya. Apalagi saat Norbert mengatakan kalau mereka sudah menikah. Ini sangat aneh bagi Levana. Seperti di dunia dongeng atau sinetron. ** "Aku? Istrimu? Dan kamu? Suamiku?" "Bagaimana kita bisa menikah, sedangkan kita tidak kenal satu sama lain?" ** "Norbert, apa kamu mencintaiku? Jika ya, apa yang membuatmu mencintaiku?" "Aku hanya mencintai Flavia." #Fantasy #Romance == Fuja Sagita adalah penulis kelahiran Garut. Sekarang ini penulis sedang menempuh pendidikannya di SMAN 1 Garut. Penulis yang merupakan alumni dari SDN Sukalaksana 1 dan SMPN 3 Banyuresmi, mempunyai hobi menonton drama bergenre romance dari berbagai negara. Baginya menulis adalah sebuah kegiatan yang bisa menghibur diri sendiri dan juga orang lain.
Riddle por SunfLavend
SunfLavend
  • WpView
    LECTURAS 4,612,684
  • WpVote
    Votos 119,400
  • WpPart
    Partes 63
Riddle - teka teki (Online - Original) P.S :: Disini hanya sedikit dari banyak Riddle yang gue ambil dari google atau semacamnya, juga beberapa diantaranya buatan gue sendiri. Kalau mau lebih banyak Riddle lainnya, tinggal cari sendiri ya :) makasih! Semoga suka~ by SunfLavend. 2014-Riddle
LOVE IS LOVE por winstories_
winstories_
  • WpView
    LECTURAS 16,044,713
  • WpVote
    Votos 104,361
  • WpPart
    Partes 22
"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.