Short Stories
5 story
The Chaos ni Alulalyriss
Alulalyriss
  • WpView
    MGA BUMASA 3,897
  • WpVote
    Mga Boto 238
  • WpPart
    Mga Parte 2
Kami memiliki dunia kami sendiri. Dunia kami kacau. Dunia kami rusuh. Namun, hanya ada kebahagiaan ketika kau masuk ke dalamnya. Kami tidak menciptakan keajaiban, kami hanya tiga orang berbeda yang saling berbagi cerita, dan kini, kami akan berbagi sedikit tentang dunia kecil kami kepada kalian. Kalian tertarik? Kalau begitu.... Kami menyambut kalian dengan hangat. # Kumpulan cerpen kolaborasi berbagai genre. Copyright © 2016 @SiofraQuelene @Redcherry98 @Alulalyriss
The House of the Montgomerys ni prohngs
prohngs
  • WpView
    MGA BUMASA 17,299
  • WpVote
    Mga Boto 2,811
  • WpPart
    Mga Parte 1
[1/1] Sebelum dia mendorong papan biru yang sudah kuketuk empat kali, gadis bersuara angin itu menoleh. "Kau," mulainya, "mungkin akan terkejut melihat ini." Setelah itu, dia mendorong pintu. Dan, teori kau-mungkin-akan-terkejut bukan hanya sebuah perkiraan yang tak berdasar. Aku memang terkejut.
Ke Tempat Aku Pergi Bersama Gadis Berpayung Merah ni prohngs
prohngs
  • WpView
    MGA BUMASA 13,436
  • WpVote
    Mga Boto 2,284
  • WpPart
    Mga Parte 1
[1/1] "Kau tidak perlu tahu siapa aku," kata gadis itu dengan suara lembutnya, seperti suara angin malam yang berhembus. "Datanglah bersamaku." Aku pikir, gadis ini sangat bodoh berpikir aku akan dengan senang hati datang entah ke mana dengan orang asing seperti dirinya. "Aku yakin kau akan senang datang bersamaku." Aku memperlihatkan wajah marahku. "Mengapa aku akan senang? Pergilah!" "Karena kau ingin mati, bukan?"
Kalau Hujan Sudah Berhenti ni prohngs
prohngs
  • WpView
    MGA BUMASA 34,097
  • WpVote
    Mga Boto 4,586
  • WpPart
    Mga Parte 1
[1/1] "Kapan kau pergi dari situ?" tanyaku. "Kau bisa sakit." Seperti yang sudah-sudah, gadis itu menjawab, "Kalau hujan sudah berhenti."
Melalui Lensa ni prohngs
prohngs
  • WpView
    MGA BUMASA 11,685
  • WpVote
    Mga Boto 2,306
  • WpPart
    Mga Parte 1
[1/1] Sebelum kakiku sempat melangkah mundur, jemarinya yang dingin mencengkeram tanganku. Dan bersama jiwaku di cengkeraman jemarinya itu, dia melompat. Seharusnya aku tidak pernah menyadari keberadaan sebuah siluet di layar kameraku.