C o f f e
7 stories
I Wuf U by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 12,674,170
  • WpVote
    Votes 491,071
  • WpPart
    Parts 35
I Wuf U: Ketika terlalu takut mengatakan "I Love You". Bila saja semua orang bisa berani menyatakan perasaannya. Pasti dinamika yang mengatasnamakan cinta tidak akan terjadi. Iris, Ira, Ari, dan Alden. Kalian akan berkenalan dengan Iris, perempuan yang hidup dengan menari, bernapas seraya menutup diri dari dunia, dan tidak pernah mengerti arti kasih sayang yang sebenarnya. Kalian akan mengikuti kehidupan kecil Ira, perempuan yang paham akan artinya sesak, satu dari jutaan hati malang yang tersesat, dan iri yang memuncak. Kalian akan mengerti Ari, laki-laki yang berusaha berubah menjadi lebih baik, menahan candu dengan permen Yupi, dan terjebak zona pertemanan. Kalian akan jatuh hati pada Alden, laki-laki yang berhadap pada 0,1 persen, berjuang mengalahkan penyakitnya, dan tahu sakitnya bertepuk sebelah tangan. Kalian akan mungkin atau mungkin tidak jatuh cinta pada cerita ini.
Teruntuk Kamu by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 391,450
  • WpVote
    Votes 27,357
  • WpPart
    Parts 12
Pesan darimu yang aku balas menjadi satu jawaban tanpa akhir.
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,899,445
  • WpVote
    Votes 537,599
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."
ST [1] - (Fat)e by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 3,808,869
  • WpVote
    Votes 272,684
  • WpPart
    Parts 38
Disclaimer: Cerita ini adalah cerita amatir yang memiliki banyak kekurangan. Harap dibaca dengan bijak :) --- Sisterhood-Tale [1] : Taylor Hana Anderson Setiap perempuan selalu menjadi putri yang menunggu pangeran sejatinya datang. Taylor percaya kata-kata itu, kata-kata yang Mama ucapkan disaat dia berumur enam tahun. Dia yakin, pangerannya akan datang dengan mengendarai kuda poni berwarna putih dan membawa cincin pernikahan. Bodoh. Tentu saja itu imajinasi masa kecilnya. Di Jakarta, tak mungkin ada cowok memakai baju pernikahan. Apalagi mengendarai kuda. Namun, perkataan Mama ternyata benar. Meski bukan dalam artian sesungguhnya. Contohnya saja hidup Taylor. "Aku selalu menunggu kamu untuk melihatku. Kamu yang tidak pernah melihatku. Dia yang selalu menungguku. Kami terus saja berputar dalam satu lingkaran dan tak pernah bersinggungan. Kami selalu-dan tanpa sadar-bermain mengejar dan menangkap. Kami sama-sama tidak mengatakan sesuatu untuk meluruskan semuanya. Dan akhirnya, kami berbenturan dalam lingkaran tersebut." Copyright © 2013 by wulanfadi
R: Raja, Ratu & Rahasia by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 27,359,433
  • WpVote
    Votes 1,715,816
  • WpPart
    Parts 75
Sudah Difilmkan, 12 Juli 2018 💝 #1 Fiksi Remaja - 3 Januari 2016, 7 Februari 2016 "Raja marah?" meski seratus persen yakin dengan jawaban cowok itu, Raja, cewek itu tetap bertanya. Tetapi Raja tidak pernah menunjukkan amarahnya di depan cewek itu. Raja hanya mengulurkan tangannya dan berkata, "Ayo pulang, Ratu." Cewek itu, Ratu, menyambut uluran tangan Raja. © Hak Cipta Terlindungi, oleh wulanfadi, 2015
Red Cherry by fairywoodpaperink
fairywoodpaperink
  • WpView
    Reads 4,465,041
  • WpVote
    Votes 452,369
  • WpPart
    Parts 36
Nadiana, hampir 30 tahun tapi masih belum menemukan lelaki idamannya. Semakin kesini, cari laki-laki yang lebih tua dan matang darinya semakin sulit. Pilihan semakin sempit. Kalau nggak sudah beristri, sudah siap menikah. Sekalinya ada yang single, biasanya alergi komitmen dan justru memilih perempuan-perempuan muda yang masih ranum. Lewat obrolan-obrolan khas perempuan di waktu makan siang bersama teman-teman kantornya, Nadiana pun memulai proyek pencarian cinta dibantu oleh teman-temannya yang punya 1001 opini yang ajaib. Copyright © fairywoodpaperink 2015
Moment: Moment, Time, End by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 3,197,476
  • WpVote
    Votes 225,785
  • WpPart
    Parts 62
Zoe-cewek unik yang selalu tampak ceria itu adalah tetangga baru Cal, si cowok tertutup yang kelewat apatis. Mengganggu Cal merupakan hobinya, sementara menghindar dari Zoe adalah hal yang selalu Cal upayakan. *** Calvin Luciano menutupi diri selama dua tahun dari dunia luar dan pribadinya berubah menjadi apatis, sampai Zoe, cewek unik yang selalu tampak ceria, pindah tepat di sebelah rumahnya. Zoe selalu mengganggunya dan Cal selalu berusaha menghindar. Namun, serangkaian kejadian di antara mereka membuat Cal tidak lagi bisa mengabaikannya. Hingga saat keselamatan Zoe mulai terancam, Cal memutuskan untuk memilih jalan yang selama ini dia hindari dan kembali ke sekolah umum agar bisa melindungi Zoe. (Cerita ini merupakan gabungan seluruh Moment trilogy - 1: Moment, 2: Time, dan 3: End)