nimnam6
Siang itu matahari seakan membakarnya hidup-hidup, bisa jadi saat itu gas neraka bocor. Entahlah, yang jelas siang itu keringat sudah memakan korban kaos berlengan panjang yang ia kenakan. panasnya yang sudah kelewat batas memaksa Dira mampir di tempat bubble bum tempat nongkrong anak muda yang bermoto "pelepas dahaga ketika rasa galau membara". Sebenarnya dia nongkrong bukan karna moto itu, dia nongkrong karna tempat itu pernah?.... sudahlah. Dira menghela nafas dalam - dalam.
Sudah 3bulan ini Dira memang belum bisa move on dari sang mantan yang tertabrak sapi gila Madura. Pikirannya campur aduk dan ulukutek, kacau balau amburadul. dia mengalami galau akut setelah kepergian Deri sang pacar. Dira lebih banyak meluangkan waktunya dengan membaca, ngepel, membantu pekerjaan bibinya dirumah. Padahal sifat manja dan sifat tak pedulinya begitu tinggi. semua berubah setelah Deri sang pacar pergi selamanya iya selamanya.... kalau Dira bisa memilih Dira lebih baik milih lihat Deri di bawa KPK dari pada melihat Deri bergeletak tak bernyawa.
"Mau pesan apa mba?" Tanya seorang pelayan kafe bubble
"Mbak, mau pesen apa?" ini yang kedua kalinya pelayan kafe tersebut bertanya dengan mimik senyum keterpaksaan
"oh, iya saya pesan dua bubble rasa mocca float ya.! Gk pake lama, super buru-buru dengan rasa yang super dingin menyejukan hati, dahaga jiwa dan raga." begitulah Dira bunyinya.
"gk sekalian bangsa dan Negara mba?" pelayan dengan menggerutu menjawab.
Dira itu cewek manis berkacamata, bermata indah, berhidung mancung. saking mancungnya terkadang Dira lupa bulu idungnya suka galau. yang tinggi semampai, anak SMA yang masih lugu yang harus menerima kenyataan tentang kisah cintanya yang begitu tragis lagis serta legit, bukan lapis !. awal pertemuan dengan Deri cukup singkat padat dan jelas.