Manoban__10
- Reads 3,768
- Votes 347
- Parts 19
Bagi Sam, dunia pernah menjadi kanvas penuh warna di mana setiap tawa adalah alasan untuk bernapas. Namun, sebuah kehilangan besar merenggut setiap pigmen warna itu, meninggalkan hidupnya dalam keheningan yang mati suri. Di balik deru mesin pabrik dan rutinitas yang menjemukan, Sam sebenarnya hanyalah seorang tawanan memori.
Di tengah keputusasaan itu, hadir seseorang yang secara menakutkan membangkitkan kembali getaran dari masa lalunya. Pertemuan ini bukan hanya membuka luka lama yang belum mengering, tapi juga menyodorkan sebuah pertanyaan sulit: Dapatkah ia kembali mencintai masa kini, ataukah ia hanya akan selamanya memuja bayang-bayang orang yang sudah tiada?
Ini bukan sekadar kisah tentang melupakan. Ini adalah perjalanan seorang lelaki mencari makna baru-belajar bahwa untuk benar-benar hidup, ia harus berani melepaskan genggaman pada detik yang telah berlalu.
"Ada orang yang hadir untuk menetap, dan ada yang hadir hanya untuk mengajari cara melepaskan. Masalahnya, aku jatuh cinta pada keduanya di waktu yang salah."