Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
FrankySugianto's Reading List
1 story
Enam Jam Terakhir (ReWrite 2026) by loveismydream
loveismydream
  • WpView
    Reads 7,769
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 10
"Aku selalu siaga untuk dunia luar, tapi malam ini, semesta memaksaku menyelamatkan pembunuh cintaku sendiri." Four-year commitment shattered in a single, cold afternoon at Taman Ayodia. Aludra, seorang paramedis senior yang terbiasa bertaruh nyawa di jalanan Jakarta, harus menerima vonis mati bagi hatinya. Meta, jangkar kewarasannya selama empat tahun terakhir, memutuskan pergi dengan alasan klise yang rapi: sudah tidak sejalur lagi. Aludra patah hati, namun detak jam dinding tidak pernah peduli. Pukul 21.00 WIB, ia harus kembali mengenakan seragam taktisnya, mematikan mode lelaki biasa, dan memimpin unit ambulans RS Pondok Indah membelah bisingnya malam pergantian tahun 2026. Lampu merah belum sempat berganti hijau ketika sebuah sedan hitam melesat liar dan terbalik brutal di atas aspal basah Arteri Pondok Indah. Insting medis Aludra mengambil alih seketika. Ia merangkak masuk ke kabin yang remuk, menahan urat nadi pengemudi pria yang sekarat, lalu mengevakuasi korban kedua yang terlempar ke jalanan. Namun, tepat di bawah temaram lampu jalan dan derasnya gerimis Jakarta Selatan, waktu Aludra berhenti mendadak. Korban kritis yang sekarat karena perdarahan internal di depannya adalah Meta. Dan pria yang baru saja ia selamatkan nyawanya adalah Reza-lelaki yang diam-diam telah menduakan komitmennya selama enam bulan terakhir. Di tengah gempita kembang api tahun baru dan jerit tangis yang pecah di selasar UGD, Aludra dipaksa berdiri di sudut keremangan. Menjadi saksi sunyi ketika haknya untuk menangis dan marah dikunci abadi oleh takdir, sementara pria lain meratap histeris di atas jasad wanitanya. Sebuah tragedi medis dan romansa kelam tentang kepatuhan tugas, kebohongan yang terlambat telanjang, dan rasa sayang yang terpaksa membeku di balik seragam penyelamat.