cusboi's Reading List
2 stories
Melepaskan Kita by cusboi
cusboi
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
"Melepaskan Kita" adalah perjalanan emosional melalui setiap kata yang saya tulis, untuk kalian yang pernah merasakan betapa pahitnya melepaskan seseorang yang kita cintai, hanya karena kenyataan hidup yang tak berpihak. Dalam puisi ini, saya mencoba mengungkapkan perasaan yang sulit dijelaskan-tentang cinta yang harus rela pergi, tentang pengorbanan yang terasa tak terhindarkan, dan tentang bagaimana kita harus menerima bahwa tak semua impian bisa terwujud. Puisi-puisi ini lahir dari hati yang patah, namun tetap penuh harapan. Di antara setiap kata yang saya tuangkan, ada kenangan, ada rasa sakit, dan juga keberanian untuk melepaskan demi kebaikan bersama. Ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang memberi ruang untuk kebahagiaan, meski harus menahan rasa. Jika kamu pernah merasakan cinta yang harus terpisah oleh kehidupan, maka puisi-puisi ini adalah suara hati kita yang berbicara. "Melepaskan Kita" bukan hanya tentang perpisahan, tapi juga tentang keberanian untuk mengikhlaskan dan berharap, meskipun hati kita terluka. "Melepaskan bukan berarti berhenti mencinta, tapi memberi ruang untuk kebahagiaan yang lebih besar."
Berbeda Dengannya by cusboi
cusboi
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Sinopsis: Restu, seorang pemuda sederhana yang bekerja keras untuk membantu keluarganya, jatuh cinta pada Naya, gadis cantik dari keluarga terpandang di kotanya. Tapi Restu sadar betul akan jurang perbedaan antara mereka. Ia hanya seorang pekerja bengkel dengan kehidupan yang penuh perjuangan, sedangkan Naya adalah pewaris sebuah perusahaan besar dengan masa depan cerah yang tampaknya sudah terencana. Restu memilih mencintai Naya dari kejauhan, menghibur dirinya dengan bayangan bahwa ia tak akan pernah cukup layak untuk mendekatinya. Namun, ketika Restu mulai menyerah pada mimpinya, takdir justru mempertemukan mereka dalam situasi tak terduga. Apakah cinta yang tulus dapat menghapus perbedaan yang begitu nyata? Ataukah Restu harus terus menerima kenyataan bahwa ia hanya seorang "orang susah"?