Short story
18 cerita
sweet. oleh noisyrabbit
noisyrabbit
  • WpView
    Membaca 2,235
  • WpVote
    Vote 555
  • WpPart
    Bab 5
Pasukan Glukosa #2 Adakah 1% Madu dalam diri Arial saat berkirim pesan online pada Agisa, seorang perempuan dengan kadar Gula 99%?
Konspirasi Yogurt oleh noisyrabbit
noisyrabbit
  • WpView
    Membaca 2,648
  • WpVote
    Vote 598
  • WpPart
    Bab 10
*The Seasons part 01 [Versi Revisi] Hubungan mati lampu yang terus berulang disaat kamu ingat masa lalumu. [Sudah Larut, saatnya matikan lampu]
Manifestasi Fajar dan Senja oleh Crowdstroia
Crowdstroia
  • WpView
    Membaca 52,385
  • WpVote
    Vote 5,378
  • WpPart
    Bab 1
[CERPEN] Fajar dan Senja, tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Mereka adalah satu walau tak pernah menyatu, bagai dua wajah dalam satu kepala. Bangkit dan terbenam oleh rotasi. Tak pernah berpisah dan tak pernah berpadu. Bahkan hingga akhir zaman di tiba di penghujung waktu, diizinkan bertegur sapa pun mereka tak mampu. Sesungguhnya, adakah yang mengetahui akhir kisah dari dua bintang yang bertemu? © 2013 by Crowdstroia Foto sampul diambil bebas dari weheartit.com
Es Potong dari Kota Sekedipan Mata [ONE SHOT] oleh Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    Membaca 9,697
  • WpVote
    Vote 1,597
  • WpPart
    Bab 1
[cerita pendek] Untuk kesekian kalinya tanganku meraih tengkuk leher, mengusapnya sejenak sembari berjalan melewati gerbang sekolahku yang selalu terlihat kukuh bagi orang awam lalu-lalang, yang berbisik riuh, berhenti sejenak lalu menerka-nerka seberapa megahnya kira-kira sekolah ini terlihat dari dalam. Ah, cuacanya panas. Bel tanda pulang belum berbunyi, tetapi dengan ringannya aku melenggang keluar, menuju gerobak penjual es potong yang tampak menjanjikan.
Pulang oleh kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Membaca 69,689
  • WpVote
    Vote 9,842
  • WpPart
    Bab 6
Orang bilang, nama adalah doa. Menamakan seorang anak Satria berarti mendoakan anak itu menjadi gagah dan berani. Tapi Satria sama sekali tidak berani. Apalagi gagah. Setelah rentetan peristiwa yang terjadi dua tahun silam, Satria justru merasa dirinya pecundang paling besar di dunia. Terutama sejak ia melihat Laras hidup kembali. [kolaborasi dengan @expellianmus]
When Social Media Comes Alive oleh expellianmus
expellianmus
  • WpView
    Membaca 352,125
  • WpVote
    Vote 67,525
  • WpPart
    Bab 20
Tidak ada yang salah dengan media sosial. Yah, setidaknya, itu pendapatku sebelum tiga remaja asing seumuranku datang menghampiri dan mengaku bahwa mereka bernama Instagram, Wattpad, dan LINE. Kalau itu belum cukup aneh, mereka tidak sekadar datang. Mereka datang dan memintaku untuk berhenti sejenak dari media sosial. Aneh sekali, kan? Maksudku, bagaimana bisa aku bertahan hidup sehari tanpa media sosial? Atau... apa mungkin aku bisa? #3 in Short Story [08/07/17]
Pergi oleh expellianmus
expellianmus
  • WpView
    Membaca 119,204
  • WpVote
    Vote 14,641
  • WpPart
    Bab 6
Orang bilang, nama adalah doa. Tapi mana ada orangtua yang menamai anaknya sendiri dari tahapan pembentukan urin? Ya, orangtua Rea menamakan anaknya berdasarkan proses reabsorpsi. Mereka dokter, kalau belum jelas. Rea yakin, kalau ia punya kakak laki-laki, namanya pasti Tra--dari Filtrasi. Sayangnya, dia tidak punya kakak laki-laki. Sampai suatu hari, dia datang. Yah, walaupun namanya bukan Tra. [kolaborasi dengan @kontradiksi] #9 in Short Story [13/06/16]
A Girl Who Called Pam oleh voltase
voltase
  • WpView
    Membaca 6,514
  • WpVote
    Vote 1,446
  • WpPart
    Bab 1
Namanya Pamela. Kau bisa memanggilnya sesukamu, namun ia akan lebih suka jika kau memanggilnya Pam. A Girl Who Called Pam by adhade
Gadis Jendela (Complete) oleh AryNilandari
AryNilandari
  • WpView
    Membaca 3,557
  • WpVote
    Vote 607
  • WpPart
    Bab 2
Kisah kehilangan, ketidaksempurnaan, pertemuan, dan harapan... Dipersembahkan untuk remaja Aceh yang pada 2004 kehilangan segalanya, namun tak membiarkan Tsunami merenggut hari esok mereka.
+10 lagi
Bara & Biru [6/6 End] oleh tatabughy
tatabughy
  • WpView
    Membaca 61,377
  • WpVote
    Vote 5,178
  • WpPart
    Bab 7
Bara ingin sekali bilang, malam itu Biru cantik sekali. Tapi kata-kata itu hanya berani Bara ucapkan di dalam hati. Entah kenapa, Bara selalu merasa bersalah setiap menatap Biru. Seperti ada sesuatu di dalam diri Biru yang menyalahkannya. Walaupun Biru tak pernah sekalipun menyalahkan Bara didunia nyata. - Bara Hari itu Bara keren. Kata Biru, Bara selalu keren gak kayak Kelana. Bara beda banget sama Kelana. Kalo pengen tau Kelana bayangin aja Harry Potter, mereka sebelas dua belas kata Biru. Sedangkan Bara itu kata Biru sih mirip sama Adam Levine kalo dilihat dari sedotan. - Biru Bara & Biru. Siapa sangka dua orang dengan masalah yang sama dan hati yang berbeda bisa bertemu juga? Entah apa yang mereka dapat dari pertemuan itu. Bisa saja luka bisa juga bahagia. [ Sekuel dari Kelana, Jangan Pergi]