greek-person's Reading List
2 stories
Heart Like Yours by vanillametzy
vanillametzy
  • WpView
    Reads 13,737,322
  • WpVote
    Votes 846,974
  • WpPart
    Parts 33
[SEGERA TERBIT MENJADI NOVEL] David Pradipta Kaslavo, cowok players yang selalu membuat para siswi Sky High berteriak histeris karena senyuman manis dan tatapan lembutnya yang selalu meramaikan suasana di koridor. Tidak heran jika ia bisa berganti-ganti pasangan dalam hitungan hari, bahkan dalam hitungan jam sekalipun. Hampir semua siswi di Sky High pernah mendapat senyuman dan gombalan receh darinya. Termasuk Fera Zerir Fernando, sahabat terbaik David sejak ia duduk di bangku kelas 6 SD. Bagi David, Fera adalah segalanya. Padahal, Fera sudah berulang kali menyuruh David agar ia menjauh karena Fera merasa risih. Tetapi, David menghiraukannya. Tidak perduli sedingin dan seketus apa Fera terhadapnya, David tetap menyanyangi Fera. David merasa bahwa Fera adalah sebagian dari dirinya. Di kelas, Fera selalu menjadi teman sebangkunya. Bahkan, jika David menjabat sebagai ketua kelas, maka Fera akan menjadi sekretarisnya. Kisah ini menceritakan tentang bagaimana upaya David agar Fera menyadari kehadirannya. Bagaimana sakitnya David saat ia harus menunggu. Dan bagaimana sakitnya Fera saat ia harus memilih.
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,899,175
  • WpVote
    Votes 537,599
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."