Attalierfaa
- Reads 1,916
- Votes 149
- Parts 70
Semua telah berubah hanya dalam semalam.
Tidak ada lagi ucapan selamat malam, tidak ada lagi secangkir coklat caramel dan setoples keripik kentang di ruang tengah, tidak ada lagi pesta piyama di setiap malam minggu. Anna kehilangan semua hal tentang keluarganya, semua tentang ayah telah berubah. Bahkan, nama Anna tak lagi pernah disebut disetiap hari-hari ayah.
Pilar keluarga Anna telah roboh, menelan seluruh isi rumah. Bukan karena tak lagi bisa diselamatkan, tapi merekalah yang tak ingin diselamatkan.
"Terimakasih untuk tujuh tahunnya ya, Ayah."
"Li? Ayah sudah punya tempat pulang yang lain. Judul kisah cinta Ayah dan Ibu juga sudah berganti. Kamu tahu? Kisah itu sama dengan kisah Ayah yang bersama Ibu dan memiliki tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Hanya saja; di dalam kisah itu, bukan aku anak perempuan terakhir ayah" Ucap Anna.
"Jangan marah pada ayah ya, Li?"
"Kenapa? aku tidak suka Ayah memarahimu" Sahut Alliegra.
"Karena luka Ayah lebih sakit. Ayah kehilangan Ibu, perempuan yang Ayah cinta, separuh jiwa Ayah. Dan Ibu rela meninggalkan Ayah karena milih melahirkan ku. Jadi luka Ayah lebih sakit, daripada luka yang di sini"
Anna menunjuk tepat pada dadanya, tempat dimana kesakitan yang selama ini menjadi lukanya.
"Sampai nanti ya, kalau hati kita sama-sama sudah membaik. Dan saat hari itu datang nanti, ayo kita bertemu lagi. Aku sayang kamu."
"Alliegra?" Panggil Anna ketika lawan bicaranya tidak merespon apapun.
"Kita berdua tidak akan baik-baik saja, dan hati kita tidak akan pernah sembuh dengan cara seperti ini" Lirih Alli.
Sumber gambar : Pinterest