LIKE SO MUCH
3 stories
Ketua Kelas by Donatcklt
Donatcklt
  • WpView
    Reads 7,656,980
  • WpVote
    Votes 227,395
  • WpPart
    Parts 22
[CERITA INI SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] *** Semenjak kedatangan murid baru itu, hidup gue yang tenang menjadi gila dan banyak cobaan. Apa lagi hobinya yang suka ngelanggar peraturan membuat gue ikut terseret ke ruang BK untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan gue. Ditambah tiga anak gesrek di kelas sudah mulai berani melawan gue, gak cuma tiga tapi sekelas! Ini cobaan berat! --------- ©CopyRight2015 by Sang Ayu Gita
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,900,024
  • WpVote
    Votes 537,612
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."
Almost Broken by inesiapratiwi
inesiapratiwi
  • WpView
    Reads 3,328,246
  • WpVote
    Votes 63,723
  • WpPart
    Parts 12
[Seri Ke-2 Annoying Boy] [SUDAH TERBIT] ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Terpisah oleh jarak, waktu dan kebudayaan yang berbeda selama bertahun-tahun, mampukah mereka mengatasi konflik yang datang? Kedewasaan diri pun semakin dibutuhkan pada tahap ini. Kali ini bukan hanya sekedar cinta. Ada cita-cita yang juga harus diperjuangkan. Memaksa mereka memilih mempertahankan cinta atau cita-cita. Mampukah mereka melewatinya? Asyraf : "I think we're almost broken." Veera : "Or maybe almost over." ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Copyright© Oktober 2015 by Inesia Pratiwi