reading book
4 stories
GALAKSI by dzakiyahulfa
dzakiyahulfa
  • WpView
    Reads 30,725
  • WpVote
    Votes 1,980
  • WpPart
    Parts 22
Rangkaian diksi ini adalah cerita tentang seorang perempuan bernama Ghia Eartha. Nama yang ia punya memiliki arti nama Bumi dan Bumi. Ia meniti waktu dengan sabar untuk mencari galaksinya. Oleh takdir yang menghampiri hati, ia dipertemukan dengan Bima Sakti, seorang laki-laki yang penuh dengan teka-teki. Oleh semesta yang merapal doa, ia juga dipertemukan dengan Drizzle Andromeda, seorang laki-laki yang menyukai segala hal tentang astronomi dan sastra. Setelah kisah ini terlalui, Ghia akhirnya menemukan galaksi yang tepat untuk ia huni. #972 in TEEN FICTION (27/08/17) #867 in TEEN FICTION (29/08/17) © Copyright by Dzakiyah Nur Ulfa Agustus 2017.
Ma Vie by ratihasmara1
ratihasmara1
  • WpView
    Reads 1,236
  • WpVote
    Votes 350
  • WpPart
    Parts 23
Aku selalu berbohong kepada orangtua ku demi kesenangan ku sendiri, kebahagian ku sendiri, dan menikmati hidupku yang penuh dengan kebohongan. Sampai akhirnya kebohongan ku membawa petaka dalam kehidupanku. Cover by: @gulalipink __________________________________________________________ JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA Silahkan Coment dan jangan lupa Vote
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,901,303
  • WpVote
    Votes 537,615
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."