nas05f2
"Dunia mengajari Kania bahwa tak semua jeritan harus terdengar. Kadang, membisu adalah satu-satunya cara bertahan hidup."
Ini adalah sebuah kisah nyata tentang Kania tentang jejak-jejak luka, deretan ujian, dan ketangguhan yang lahir dari kesunyian.
Sejak masa kecilnya yang penuh gejolak, Kania harus belajar menelan pahitnya takdir. Ditolak oleh lingkungan, terasing dari kerabat, hingga mengalami kerasnya gesekan di dalam keluarga sendiri, luka-luka itu perlahan membentuk benteng tinggi di sekeliling jiwanya. Sosok gadis kecil yang tadinya ceria dan hangat, perlahan terkikis menjadi wanita dewasa yang pendiam, dingin, dan irit bicara.
Perjalanan tak lantas makin mudah ketika Kania melangkah ke dunia kerja. Di balik benteng diamnya, Kania kembali diuji oleh kejamnya prasangka, kejahatan orang-orang di lingkungan kerja, dan pengkhianatan yang tak terduga. Situasi kian terasa berat karena Kania harus bertarung dengan fisiknya sendiri tubuhnya yang lemah dan sering sakit-sakitan kerap kali memaksanya berjuang di batas batas kemampuan.
Namun, di balik fisik yang ringkih dan sikap cueknya, ada jiwa yang tak pernah benar-benar menyerah.
Jejak Biru di Bogor adalah catatan otobiografi yang jujur dan tanpa rekayasa. Sebuah persembahan bagi siapa saja yang pernah dilukai oleh orang terdekat, dipaksa dewasa oleh keadaan, dan berjuang sendirian dalam diam.