panggilaja-Nemo
Pagi ini Salma tidak mengayuh sepedanya ke arah fakultasnya. Dia menggoes sepedanya ke arah bangunan belakang gedung rektorat. dekat dengan gedung pasca sarjana. Dia menepikan sepedanya di trotoar, menengok kembali jam di pergelangan kirinya. Sudah lebih dari 10 menit dari yang dijanjikan, dikiranya dia telat, ternyata partnernya lebih telat darinya.
Sembari menanti sosok yang dinantinya dia enggan turun dari sepedanya, tetap pada posisi semula. lama, 10 menit yang ditunggu masih belum menampakkan batang hidungnya. Diambilnya ponsel di ransel kecilnya. Tidak ada notifikasi dari orang yang ditunggunya. pesan terakhirnya pun hanya dibaca saja, tidak ada balasan. Tapi dia masih setia menunggu.
Sebuah motor merah besar, bertuliskan Vixion di badan motornya berhenti di depan sepedanya.
"kamu ngapain disini sal?" sapa manusia yg tidak asing bagi Salma usai melepas helm cakilnya.
"Lah. kau Ron? ngapain disini?" Salma malah ganti bertanya.
"Heh. ngampuslah, ini kan fakultasku." jawab Rony menunjuk tulisan besar bertuliskan FAKULTAS FILSAFAT.
Salma baru menyadarinya, dia hanya terfokus pada gedung pasca sarjana yang tampak menjulang kokohdan berbau cat baru, hingga lupa gedung sebelahnya adalah gedung fakultasnya Rony, manusia yang akhir-akhir ini dia hindari.
"Eh, ngapain disini Sal?" Tanya Rony ingat pertanyaannya tadi belum dijawab.
"Oh. ini mau liputan ke unit kesehatan kampus". jawab Salma
"Sama siapa?"
"Sama mas raja. dari tadi belum keliatan. masih di kampusnya mungkin"
"Kok ga sama yang lain aja?" Mimik muka Rony mulai tampak berubah, tidak bisa diartikan.
"Makanya, kalo rapat muncul dong. sibuk ngurus BEM fakultas sih." jawab Salma dengan nada protes