Rain2796's Reading List
2 stories
Ketua OSIS Koplak [SEGERA DIFILMKAN] by mauulanawisnu
mauulanawisnu
  • WpView
    Reads 3,368,073
  • WpVote
    Votes 159,478
  • WpPart
    Parts 68
[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU!] [[Beberapa part di private Follow penulis untuk membuka private]] #1 DALAM HUMOR (17-01-17 // 15-02-17 // 22-02-17//15/16/17/18/19/20/23/24/25/27/28/29-04-17//04/05/06/19/20/21/30/31-05-17//01/05-06-17) Bagaimana kalau murid usil dan jahil seperti Nurman menjadi ketua OSIS? Bukankah salah satu syarat menjadi ketua OSIS itu harus pintar baik dan sopan? Semua itu mendadak menjadi nyata saat Pak Sudriman dengan usil menjadikan Nurman sebagai bakal calon ketua OSIS SMA Mandiri dengan alasan ingin membuat Nurman bisa lebih baik. Dan lebih kacaunya, prediksi tentang Nurman semua salah. Jika awalnya Nurman diprediksi tidak akan menang menjadi ketua OSIS, justru terbalik, Semua murid di SMA Mandiri dengan serempak memilih Nurman menjadi ketua OSIS yang baru. Mereka beralasan jika OSIS dipimpin Nurman, maka semua peraturan ketat yang di buat OSIS akan dihilangkan. Mampukah Nurman merubah sikap bandelnya dan menjadi keuta OSIS yang baik? Lalu bagaimana para guru SMA Mandiri menghadapi ketua OSIS baru dengan semua kekurangnanya itu?
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,899,347
  • WpVote
    Votes 537,599
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."