AkbarAkbar9's Reading List
2 stories
NYAMAN [Proses Revisi] by janeamat_
janeamat_
  • WpView
    Reads 30,542
  • WpVote
    Votes 1,959
  • WpPart
    Parts 53
Hai readers! Aku mau kasih tau kalau "Nyaman" lagi direvisi dulu huhuhu. Karena, ceritanya yang kurang tepat waktu itu ((kayaknya aku masih gajelas, sekarang juga)). Jadi, aku mohon kalau kalian bacanya agak gak nyambung atau kok aneh sih? Lah? Gitu, itu artinya bagian belum di revisi ya. Makasih udah yang mau mengerti aku, semoga kalian dimengerti oleh mas crush, ya! Hehe. Sorry buat readers lama, semoga kalian masih mau baca story ini dan enjoy. Temenin aku sampai selesai buat ini ya, makasi banyak banyak sekali lagi. --------- "Gue punya tebak-tebakan nih." Sahut Keenan di sambungan telpon itu. Terdengar Jasmine mendengus, "Apa?" "Nasi, Nasi apa yang bikin gue seneng?" "Nasi goreng?" "Salah." "Nasi kuning?" "Salah." "Nasi kuc-" "Udahlah, nyerah aja." "Oke, apa?" "When nasi your smile." Keenan terkekeh, diikuti oleh Jasmine. "Ngeselin." Salam hangat, Sean Keenandra Maulana & Jasmine Ameera Agusta. [COMPLETE] Jangan lupa vote dan comment, saya butuh kritik saran dan dukungan dari kalian. Terima kasih readers. Start, 8 Oktober 2017. ©Jane. ‛‛Cover illustration ; Pinterest. ‛‛Cover by @Janeamat_ [Me] BERKARYA ITU TIDAK MUDAH, TOLONG JANGAN MENJIPLAK KARYA SAYA. TERIMA KASIH
Athala [OG VERSION] by maharaniii_
maharaniii_
  • WpView
    Reads 8,899,179
  • WpVote
    Votes 537,599
  • WpPart
    Parts 47
#1 In Teen Fiction (22/01/2017) "Kenapa ya dari sekian banyak cewek di sekolah kita, harus banget yang gue tabrak itu si siapa tuh namanya?" Kavi memalingkan pandangannya dari atap kamar ke arah tiga temannya bergantian. "Athala," sahut Deny. "Iya siapa kek. Harus banget dia? Kayaknya sial mulu idup gue?" Kavi melempar handuknya ke atas tempat tidur. "Apa gue potong rambut aja kali ya?" "Lah? Apaan sih lo gila?" Divin yang sedang PS, reflek menghentikan permainannya. "Apa hubungannya Athala sama potong rambut?" "Yaa buang sial gitu maksud gue," "Si bahlul." Reno sontak tertawa. "Jadi menurut lo si Athala itu kesialan?" "Iyalah jelas. Sehari nganter dia aja gue udah males banget. Tau gitu gue tolak mentah-mentah." Kavi menghela nafasnya kasar. "Najis. Mana ada sih orang yang abis dianterin pulang ga ngucapin 'makasih' atau apa kek gitu. Ini mah apaan? Boro-boro ngomong makasih, senyum ke gue juga enggak. Ada ya? Cewek judes mampus kayak dia? Amit-amit."