Arfia khus
3 stories
She's my slave  by dnhekaa
dnhekaa
  • WpView
    Reads 2,058,760
  • WpVote
    Votes 54,555
  • WpPart
    Parts 65
NOVEL ROMANCE THRILLER #1 pembunuhan in romance (21-04-19) #4 adventure in chicklit #44 chicklit [03-05-18] #80 Romance [17-08-18] 1000 kata/Chapter B E E N J O Y!! Cover by: @minnie_minnie14 .. "Jadilah budakku.." "Bu..dak?" Pria itu meneliti wanita yang di depannya dengan seksama dari bagian atas sampai bawah. Kepala dan kaki. "Atau kau bisa membayar seluruh hutang hutang ayahmu yang kabur.." Wanita itu memutarkan kepalanya sembari menatap mata tajam pria didepannya itu. "Apa yang harus ku lakukan?" "Tinggalah denganku 5 tahun, rawatlah aku dan rumah besar ku kemudian tiap malamnya tolong dengan tolongnya belikan aku sebuah karet penampung." "Karet? Penampung?" "Kondom." Pria itu menatap wanita di depannya dnegan pandangan datar. "Apa?!" Pria itu berjalan mendekat ke arah wanita itu. Dug..dug.. hanya itu yang bisa mewakili perasaan wanita itu. "Diam dan jalankan." Pria itu menghembuskan nafasnya ke bagian leher wanita itu. "Hhhh cobaan apa lagi ini?" tanyanya pada diri sendiri.
My Wedding (End) by Zelwa13
Zelwa13
  • WpView
    Reads 3,407,347
  • WpVote
    Votes 115,493
  • WpPart
    Parts 39
Highest rank : #1 in Fiksi (29/3/2019) #1 in Romantis (8/4/2019) #6 in Romance (30/5/2019) #4 in Cinta (20/7/2019) Jangan memplagiat karya saya! *** "Salah dirimu yang berada di dekat ku saat mabuk!" What the hell!! Setelah rasa sakit yang dia terima, kenapa dirinya yang disalahkan? Start 28 Desember 2018 Finish 23 Februari 2019
Hasrat Terpendam by naomidewie
naomidewie
  • WpView
    Reads 608,377
  • WpVote
    Votes 9,939
  • WpPart
    Parts 37
Beberapa kali abel mengubah posisi tidur agar bisa memejamkan mata, tapi percuma semakin berusaha rileks malah semakin tak bisa tidur. Abel berusaha menarik nafas, kemudian menghembuskan kembali dengan pikiran yang terus berkecamuk di dalam pikirannya. Abel meraba perutnya sambil mengelus lembut. Tak terbayang apa yang sudah terjadi dua bulan lalu bersama Alex masih terus membayanginya. Masa dimana segalanya dimulai. "Ini surat tugas dari pak Leo, kita akan berangkat ke Bali pagi-pagi sekali!" Alex meletakkan surat di meja kerja tanpa menghiraukan reaksi ku saat itu. Alex berlalu pergi. Saat kubuka surat tugas tercantum namaku dan nama Alex sekaligus tiket pesawat yang sudah menempel di surat tugasku. Aku begitu kesal dengan pak Leo, kenapa aku harus pergi dengan Alex, laki-laki yang arogan dan tak punya sopan santun. "Kenapa kamu Bel? Wajahmu terlihat kesal?" Suara Amel teman karibku di kantor yang melihat perubahan wajahku. "Sebel aku Mel, masa pak Leo ngasih dinas mendadak ke Bali tanpa pemberitahuan aku dulu" "Wow! Harusnya kamu seneng dong Bel, bisa tugas ke Bali sambil jalan-jalan gratis" ungkap Amel menyemangati. "Ke Bali nya sih enak, tapi yang bikin aku kesel kenapa aku ditugaskan bareng sama Alex!" Aku menggeram kesal. "Kamu tau sendiri Mel, gimana sikap Alex ke aku, benar-benar menyebalkan!" Aku pergi ke pantry diikuti Amel dari belakang. "Iya sih Bel, aku juga males kalo harus dinas bareng sama cowok yang nyebelin kyak Alex. Liat aja sikapnya gak pernah manis sama orang. Dan selalu saja kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Mentang-mentang dia Manager seenaknya aja nge bossy. Sabar ya Bel..." Amel memegangi pundakku, dia begitu paham perasaanku. ** Suasana di bandara pagi itu benar-benar sepi. Aku masih duduk sambil melihat kearah arloji ku, jarum jam sudah menunjukkan angka 05.30 tapi Alex belum juga datang. Dalam hatiku senang bila ternyata Alex telat bangun dan tidak jadi ikut. Aku tertawa kecil sambil membayangkam perjalananku tanpa Alex.