Pena_Na2's Reading List
3 stories
Titik Nol by Pena_Na2
Pena_Na2
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Dalam kanvas digitalnya, Shian bisa memperbaiki segalanya dengan Ctrl+Z, namun ia tersadar bahwa hidup tak memiliki tombol undo untuk menghapus lelah yang terlanjur membekas. Terjebak dalam burnout tugas akhir, ia terpaksa melawan trauma untuk pulang ke tanah leluhur demi melakukan sebuah manual reset. Di antara tekstur alam yang kasar dan palet warna bumi yang jujur, ia belajar bahwa inspirasi sejati tidak lahir dari layar yang presisi, melainkan dari keberanian menimpa sketsa lama dengan goresan baru yang lebih bermakna. Langkahnya kemudian bersinggungan dengan seorang pemuda asing yang hadir bagaikan negative space-sosok yang memberinya ruang untuk bernapas dan tanpa sadar menjadi kepingan inspirasi yang selama ini hilang dari resolusi jiwanya yang sempat pecah.
KENANG by rotijahe
rotijahe
  • WpView
    Reads 1,603
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 15
Jez bilang, nggak semua orang punya kesempatan. Buat sekadar nyiram kaktus, atau dengerin lagu-lagunya Tulus. Buat makan pisang goreng angkringan, atau pura-pura minum kopi biar jadi anak senja. Termasuk, nggak semua orang punya kesempatan buat bersua, lalu jatuh cinta. Jadi, sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku hanya mau mencintai Jez, sebelum kehilangan. ©Rotijahe, 2021.07.15 08:18 PM.
Sampai Kau Mencintaiku (Pesan di @Bukulokamedia) by felislinanda
felislinanda
  • WpView
    Reads 12,509
  • WpVote
    Votes 1,136
  • WpPart
    Parts 23
*BEBERAPA PART UNPUBLISH UNTUK PROSES TERBIT* Ivy : Aku bersedia menikah dengan Neil bukan semata karena permintaan terakhir Isabel, melainkan karena aku mencintainya. Neil : Apa yang Isabel pikirkan? Memintaku menikah dengan orang yang sudah menyebabkan dia meninggal? Baiklah, aku bersumpah dia nggak akan pernah bahagia. Dean : Seandainya aku tahu kamu nggak bahagia, aku pasti akan membawamu pergi dan membahagiakanmu. Pertama bertemu, Neil sudah salah mengenali gadis yang selama ini selalu mendengarkan keluh kesah dan menemani kesepiannya. Namun, semua bukan salah Neil sepenuhnya. Ivy yang selama ini memakai identitas Isabel dan Ivy pula yang meminta Isabel menemui Neil. Namun setelah kata-kata menyakitkan Neil, Ivy memilih bercerai dan menghilang dari kehidupannya tanpa sadar Neil sudah meninggalkan sesuatu yang berharga di rahimnya.