Si_Gila_77's Daftar bacaan
64 stories
Pendekar 100 Hari by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 133,560
  • WpVote
    Votes 2,238
  • WpPart
    Parts 88
Suatu peristiwa aneh telah terjadi. Kho Ing-ti diam saja, tak menangkis maupun menghindari sehingga lengannya tertusuk dan darahnya menyembur keluar. Tetapi Hun-ing pun terkapar rubuh di bawah kaki Kho Ing-ti. Rupanya nona itu juga terkena sebuah pukulan. Saat itu digunakan oleh Siau Lo-seng untuk meronta dan melepaskan diri dari tangan Kho Ing-ti. Rupanya Kho Ing-ti marah karena lengannya terluka dan Siau Lo-seng dapat lepas. Dengan geram ia mengangkat kaki dan hendak menendang Hun-ing yang tak ingat diri itu. "Perempuan hina, engkau cari mampus!" Siau Lo-seng terkejut. Cepat ia taburkan pedang Ular Emas ke arah Kho Ing-ti. Tetapi tiba-tiba sesosok bayangan melayang lebih cepat dari taburan pedang Ular Emas itu. Terdengar jeritan nyaring mengerikan dan Pedang Ular Emas itupun sudah menyusup ke dada orang itu. Dia roboh terkapar di tanah. "Ui locianpwe, engkau......" tiba-tiba pula Siau Lo-seng menjerit kaget. Ternyata sosok tubuh yang melayang ke tengah gelanggang untuk menghalangi pedang Ular emas itu, bukan lain adalah Dewi Mega Ui Siu-bwe sendiri. Tidak seorangpun yang tahu mengapa Dewi Mega bertindak sedemikian anehnya. Mengapa ia mengurbankan diri untuk melindungi Kho Ing-ti. Hiat Sat Mo-li, Cu Li, kedua murid Dewi Mega serempak munghampiri dan berlutut di muka Dewi Mega seraya menangis. "Suhu, mengapa suhu berbuat begitu......?" Tiba-tiba Siau Lo-seng berteriak keras: "Ui locianpwe, aku harus mati, aku telah keliru membunuh locianpwe." Sekonyong-konyong Dewi Mega menggeliat dan paksakan membuka mata, tersenyum sayu.
Tarian Liar Naga Sakti by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 370,488
  • WpVote
    Votes 3,840
  • WpPart
    Parts 57
Lanjutan "Kisah Para Naga di Pusaran Badai". Dalam Bagian I - Dikisahkan atau mengisahkan masa dan periode belajar dan menempah diri para Naga Muda hingga kemudian memasuki posisi penting kelompok Pendekar Tionggoan. Bagian Pertama ini masih menceritakan bagaimana peran penting tokoh-tokoh sepuh: Kian Ti Hosiang, Kiong Siang Han, Wie Tiong Lan dan Kiang Sin Liong yang menjadi Suhu dari para pendekar atau Naga Muda. Di bagian ini, juga peran penting angkatan Kiang Cun Le, Liong-i-Sin Nie, Siangkoan Tek masih sangat terasa. Masa ini boleh disebut masa belajar dan masa pertumbuhan dari Naga-naga muda. Dalam Bagian II - Peran para Naga Muda sudah menjadi jauh lebih penting dan signifikan. Mereka, meski kemudian kepemimpinan diambil alih Sian Eng Cu Tayhiap dan Pengemis Tawa Gila, tetapi pada intinya adalah Naga-naga muda yang tampil untuk menyelesaikan banyak pertikaian dengan Thian Liong Pang. Tokoh-tokoh dari Jawadwipa, Tibet, Thian Tok bersilangan dalam konflik yang terjadi di Tionggoan. Dan, yang tak kurang penting - selain peran Naga-naga muda menjadi sentral, juga lembaran kisah asmara mulai terlihat.
Duri Bunga Ju (Ju Hua Di Ci) - Gu Long by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 13,190
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 33
''Sebuah siasat mengumpan musuh, telah berubah menjadi seratus mulut juga tidak bisa dibantah.'' Sejak awal, memang ceritanya sudah menjanjikan. Pembaca diperkenalkan ke satu demi satu tokoh pemegang peranan utama dari cerita ini, sampai kemudian tiba di pokok permasalahannya, peristiwa penjatuhan hukuman mati atas Yuan Ling atau Yuan Ershao [Tuan muda kedua dari keluarga Yuan], yang dituduh berusaha memperkosa kakak ipar dan telah meracuni sampai mati keponakannya sendiri, demi untuk menjadi pewaris tunggal harta dan kekayaan dari keluarga Yuan, keluarga utama di dunia persilatan. Tindakan drastis Yuan Ershao ini terjadi ketika kakak pertamanya, yaitu : Yuan Di atau Yuan Dashao [Tuan muda pertama dari keluarga Yuan], menghilang beberapa waktu untuk kembali dengan tanpa kepala. Perburuan untuk mengungkap pembunuhan ini dilakukan selama 3 bulan lebih tanpa hasil, sampai akhirnya terjadilah peristiwa memalukan yang menyeret Yuan Ershao ke penjara dan dijatuhi hukuman mati. Apa yang akan dilakukan Yuan Ershao?
Rahasia Istana Terlarang - Wo Lung Shen by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 81,849
  • WpVote
    Votes 1,100
  • WpPart
    Parts 22
Lanjutan "Bayangan Berdarah" Dalam cerita "Bayangan Berdarah" dikisahkan bahwa Siauw Ling telah turun ke bawah tebing untuk mencari jamur batu berusia seratus tahun. Pada saat itulah tiba-tiba musuh yang amat tangguh telah menyerang datang sehingga melibatkan si Raja obat Bertangan Keji serta Sang Pat dalam pertempuran yang amat sengit. Tu Kioe yang diserahi tugas untuk melayani uluran tali senar disisi gua, merasa amat gelisah dan kuatir sekali menghadapi kejadian tersebut, apa lacur Siauw Ling yang berada di bawah tebing tak kunjung datang juga Sementara itu ia merasa kuatir bercampur tegang akhirnya mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke gelanggang pertempuran tiba-tiba tali senar yang berada di genggamnya bergetar keras hal ini menandakan bahwa Siaw Ling telah menemukan jamur batu tersebut dan siap naik ke atas. Tu Kioe merasa amat kegirangan, sepasang tangannya dengan kerahkan segenap tenaga yang dimilikmya segera menarik tali senar tersebut keatas. Rupanya Siaw Ling yang berada dibawah tebingpun mengetehui bahwa rekan-rekannya yang berada diatas tebing telah berjumpa dengan musuh tangguh, tangan maupun kakinya lkut bekerja keras untuk membatu mempercepat daya tarik tali senar dari Tu Kioe.
Bayangan Berdarah (Wo Lung Shen) by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 91,764
  • WpVote
    Votes 1,304
  • WpPart
    Parts 30
Lanjutan "Rahasia Kunci Wasiat" Itulah anggota Pet Toa Hiat Im atau delapan orang sukma bayangan berdarah yang diciptakan Toa Cungcu tak kusangka dari delapan sukma bayangan berdarah kini sudah ada empat orang yang hadir. Aku berani memastikan kali ini pihak Bu tong pay akan kalah total sekalipun mereka berhasil menangkan Kiem Hoa Hujienpun sama saja seluruh Mendadak Tjioe Tjau Liong berpaling buru-buru budak ini tutup mulut. Sewaktu Tjioe Tjau Liong melihat Siauw Ling hadir sama kedua orang dayang agaknya ia merasa sedikit ada diluar dugaan setelah tertegun sejenak ia baru menggape ke arah sang pemuda. Siauw Ling percepat langkahnya berjalan menghampiri, tetapi dengan cepat seluruh perhatiannya telah terhisap oleh pertarungan yang berlangsung dengan serunya di tengah kalangan. Tampak pedang Thiat Kut San dari Ke Thian Ih sebentar naik sebentar turun dengan perubahan yang sangat banyak, cahaya merah sebentar menyambar lewat disusul bayangan hitam mendesir memekikan telinga. Semua serangan ditujukan ke arah jalan darah ditubuh Kiem Hoa Hujien.
Budi Ksatria - Wo Lung Shen by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 122,065
  • WpVote
    Votes 1,775
  • WpPart
    Parts 42
DALAM kisah "RAHASIA ISTANA TERLARANG" diceritakan bahwa Shen Bok Hong didesak oleh It-bun Han Too untuk menelan buah beracun sebagai syarat bagi dibukanya pintu istana terlarang. Shen Bok Hong ketua dari perkampungan Pek Hoa Sanceng yang terdesak akhirnya menyanggupi permintaan itu dan masukkan buah beracun tadi ke dalam mulutnya. Ciu Cau Liong yang menyaksikan kejadian itu jadi amat terperanjat, ia segera berseru, "Toa Cungcu..." Shen Bok Hong tertawa dingin. Pada detik terakhir sebelum buah beracun itu masuk ke dalam mulutnya, telapak kanan telah diayun menotok dada Ciu Cau Liong bagian depan, tapi sebelum serangan itu mengenai sasaran, totokan tadi mendadak berputar ke arah samping.
Darah Ksatria - Gu Long by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 26,266
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 40
Khu Hong-seng, Toh Ceng-lian, Ma Ji-liong dan Sim Ang-yap adalah empat pesilat muda yang sedang naik daun di dunia persilatan. Mereka berasal dari keluarga persilatan ternama dan kaya-raya. Di tengah hujan salju, mereka berkumpul di Han bwe-kok, sebuah lembah pegunungan terpencil. Keempatnya datang setelah mendapat undangan dari Bik-giok Hujin (Nyonya Bik-giok), pemimpin Bik-giok san-ceng yang ingin memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan menantunya. Namun sebelum Bik-giok Hujin datang, Toh Ceng-lian dan Sim Ang-yap sudah mati keracunan arak dan Khu Hong-seng terluka parah setelah diserang musuh bebuyutan yang mendadak menyusulnya untuk balas dendam. Tinggal Ma Ji-liong yang masih hidup dalam kondisi segar-bugar. Tak lama kemudian datang tiga tokoh kosen terhormat. Ma Ji-liong dituduh sebagai dalang serentetan pembunuhan itu. Ia diduga melakukannya agar bisa menikahi puteri Bik-giok Hujin tanpa pesaing. Meski merasa tidak bersalah, tapi ia diam saja, tidak membantah juga tidak mengiyakan. Ia bahkan tidak melawan saat hendak dihukum mati oleh ketiga tokoh kosen. Namun dengan tipu daya yang cerdik, ia berhasil melarikan diri meski terpaksa harus kehilangan mantel bulu, senjata dan seluruh uangnya. Ia hanya bisa membawa kuda putih kesayangannya. Ia bertekat tidak akan mati sebelum bisa membersihkan namanya dan nama besar keluarganya.
Lembah Merpati - Chung Sin by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 141,756
  • WpVote
    Votes 2,130
  • WpPart
    Parts 60
Ceritanya sederhana, tentang seorang Anak Angon (gembala) yang bernasib baik dan berjiwa asih berjuang untuk menegakkan keamanan dan keadilan di Sungai Telaga yang dikacaukan oleh Penguasa Lembah Merpati yang sangat lihay namun khianat. Di dalam menghadapi setiap bahaya dan kesulitan, si Anak Angon selalu didampingi oleh pendekar wanita cantik, namun pada akhirnya Si Anak Angon tetap memilih Si .........
Kisah-kisah Bangsa Petualang - Liang Ie Shen by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 27,703
  • WpVote
    Votes 584
  • WpPart
    Parts 30
Karangan Liang Ie Shen ini Judul aslinya "Thay Tong Yoe Hiap Toan" (Hokkian) atau "Da Tang You Xia Zhuan" (Mandarin). Mulai dimuat sebagai cerita bersambung di koran Hongkong pada 1 Januari 1963, dan berakhir pada 14 Juni 1964. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh OKT di tahun 1964, diterbitkan oleh penerbit Mekar Djaja, Jakarta, dalam 16 jilid. Kemudian oleh Penerbit Sejahtera Indah Tahun 1980. Termasuk dalam seri karya Liang Ie Shen yang disebut sebagai "Serial Dinasti Tong", karena menceritakan kisah di jaman pemerintahan Kaisar Lie. Tokoh-tokoh ceritanya a.l. Toan Kui Ciang, Tiat Mo Lek, Hee Leng Song, Khong-Khong Jie, dll. Urutan Trilogi Dinasti Tong adalah : Pendekar Aneh [Nu Di Qi Ying Zhuan Lie Tee Kie Eng] disadur oleh Boe Beng Tjoe terdiri dari 12 jilid diterbitkan oleh Mekar Jaya. Kisah bangsa Petualang, Serial ini dilanjutkan dengan "Tusuk Konde Pusaka" atau "Liong Hong Po Tjhee Yan" (Hokkian) atau "Long Feng Bao Chai Yuan" (Mandarin), dengan tokoh-tokoh ceritanya a.l. Toan Kek Shia, Su Jiak Bwee, dll., di samping masih munculnya juga tokoh­-tokoh dari "Kisah Bangsa Petualang". Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh S. D. Liong di tahun 1965, diterbitkan oleh penerbit Pantja Satya, Semarang, dalam 18 jilid. Serial ini diakhiri dengan cerita ke-3, berjudul "Jiwa Ksatria" atau "Hui Kiam Sim Mo' (Hokkian) atau "Hui Jian Xin Mo" (Mandarin), dengan tokoh-tokoh ceritanya a.l. Can Pek Sin, Tiat Ceng, Tiat Leng, Thie Po Leng, Lauw Bong, Liong Seng Hong, dll., di samping masih munculnya juga tokoh-tokoh dari "Kisah Bangsa Petualang" dan "Tusuk Konde Pusaka".
Golok Pembunuh Naga by icamus
icamus
  • WpView
    Reads 20,525
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 6
Kisah Membunuh Naga (To Liong To/ Bu Kie) Original Author: Jin Yong (Chin Yung) Original Title: Yi Tian Tu Long Ji (Heaven Sword and Dragon Sabre) BU KIE Karya : CHING YUNG Terjemahan: Tjan