ekafadhilah2's Reading List
2 verhalen
Ekspedisi Warung Kopi door PaiBian
PaiBian
  • WpView
    reads 774,059
  • WpVote
    Stemmen 155,378
  • WpPart
    Delen 74
[SUDAH DINOVELKAN] FOLLOW SEBELUM BACA BIAR GAK DOSA] • [Fantasi, Komedi, Misteri] ============== TERBIT, TERSEDIA DI TOKO BUKU KESAYANGAN KAMU Rank tertinggi : #3 Misteri #1 Kopi (dari ribuan cerita) Warung kopi dengan tulisan besar "Yang Kusayang" itu adalah warung kopi saya. Baru satu minggu beroperasi di kawasan Mandala Sari. Sebentar ... suara teriakan apa itu? "Awas!!!!" BRUK! Gara-gara pekerja di warungnya menabrak pintu Yang Kusayang, Diyat dengan sangat terpaksa harus menggantinya dengan pintu baru. Mulanya tidak terjadi apa-apa, tapi ketika mereka terbangun dari tidur, Diyat, Asti dan Rian harus dihadapkan pada permasalahan warung kopinya yang berpindah tempat! Ekspedisi Warung Kopi, baru saja dimulai! =========== Yang niat ngebajak bakal kena azab, katanya lebih berat dari adzab ikan terbang, haha.
Sepotong Hati Tanpa Nama door reinsabiila
reinsabiila
  • WpView
    reads 2,033,417
  • WpVote
    Stemmen 177,403
  • WpPart
    Delen 40
Galila Shakayla tahu pernikahannya selama empat tahun tidak sempurna karena hanya satu hati miliknya yang menjembatani hubungannya dengan Athar. Tetapi, ketika akhirnya hati milik Athar muncul ke permukaan, apa yang harus Galila lakukan ketika hati itu tidak bertuliskan namanya? *** Menjalani pernikahan dengan cinta bertepuk sebelah tangan bukanlah hal yang mudah untuk siapa pun, termasuk untuk Galila. Meski Galila merasa bahagia menjadi istri Handaru Atharrazka, Galila tahu Athar tidak akan pernah bisa menaruh hati padanya. Empat tahun berumah tangga dengan sikap Athar yang begitu dingin, Galila tetap berusaha untuk menjaga pernikahan mereka tetap utuh. Karena bagaimanapun, dia beruntung bisa menjadi istri dari pria yang dicintainya dan memiliki mertua juga adik ipar yang begitu menyayanginya. Setelah menunggu begitu lama dalam diam, akhirnya hati milik Athar mulai tampak. Tetapi, apa yang harus Galila lakukan ketika hati itu tidak bertuliskan namanya?