[ Bahasa ]
57 stories
... by radinazkia
radinazkia
  • WpView
    Reads 6,951,442
  • WpVote
    Votes 84,634
  • WpPart
    Parts 6
Caramel Macchiato by ariqohf
ariqohf
  • WpView
    Reads 9,577,374
  • WpVote
    Votes 336,826
  • WpPart
    Parts 50
[CERITA INI SUDAH DITERBITKAN] Dia, seperti Caramel Macchiato. Dibalik tawanya, dia sedih. Dibalik keceriaannya, ia menyimpan luka. Semua orang hanya tahu bahwa ia adalah seseorang dengan sejuta keceriaan yang ia tebarkan tanpa tahu ia juga mempunyai sejuta kenangan pahit yang ia tutupi semanis mungkin. Tapi, tak ada minuman yang tak pernah habis walau terus saja diminum, bukan? Semakin lama, caramel yang ada diatasnya itu terkikis. Lalu, jika caramelnya sudah habis, akan ada rasa kopi yang pahit. Mungkin sedikit pahit karena sudah dicampur oleh gula dan susu. Dan lama lama, dia sudah mulai menampakkan kesedihannya. Membuat semua orang bertanya. Tetapi Ia tetap berusaha untuk menyembunyikannya semanis mungkin walau mungkin tak semanis dulu. Copyright © 2014 by Iffah Ariqoh.
Curiosity by angelxs_
angelxs_
  • WpView
    Reads 6,285,747
  • WpVote
    Votes 152,584
  • WpPart
    Parts 27
(SUDAH DAPAT DITEMUKAN DI GRAMEDIA) Hari pertama sekolah, Karin sudah membuat satu sekolah heboh. Dan yang membuat heboh adalah Davin, ketua kelas yang cuek pada semua perempuan, menggendongnya ke uks. Sejak saat itu, Karin mulai penasaran dengan semua hal tentang Davin. Sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa rasa penasarannya ternyata memberikannya penderitaan.
Friend Zone by mylullaby_
mylullaby_
  • WpView
    Reads 11,118,682
  • WpVote
    Votes 445,187
  • WpPart
    Parts 36
SUDAH TERBIT! Pokoknya, lo harus peka sama keadaan sekitar lo. Jangan kayak gue, yang selalu ga peka dengan segala hal, bahkan gue ga peka sama orang terdekat gue. Gue harap, lo jangan sampe ngerasain hal yang ga pengen lo rasain karna sifat lo yang cuek. Karena, gue merasakan hal yang ga pengen gue rasakan di hidup gue. Bahkan di mimpi terliar gue pun ga mau merasakan hal itu.
Everything Has Changed by babybun40
babybun40
  • WpView
    Reads 2,252,628
  • WpVote
    Votes 61,210
  • WpPart
    Parts 95
SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU TERDEKAT! Tidak ada yang lebih menggemaskan dari si kembar Austin dan Aurin, kakak beradik Sasya dan Reon, pun si gadis bermata abu-abu bernama Cikha yang selalu bertingkah malu pada setiap orang, juga Nando si pemuda yang selalu bertingkah konyol di depan semua orang. Kehidupan mereka sama seperti remaja-remaja lainnya, penuh dengan kesenangan, kelucuan, kebodohan, dan lainnya. Namun, ketika cinta hadir di antara mereka, kehidupan itu pun berubah drastis. Dari mulai mereka yang jatuh karena cinta, sampai pada akhirnya mereka bertanya; apakah mereka mampu memperjuangkan cinta itu, atau justru mereka kembali jatuh dan menyerah pada cinta itu sendiri?
Not A Perfect Wedding by asharliz
asharliz
  • WpView
    Reads 3,215,345
  • WpVote
    Votes 72,821
  • WpPart
    Parts 38
Cerita ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul yang sama: NOT A PERFECT WEDDING, bisa dibeli langsung di Gramedia :) Raina Winatama: Dihari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya. Prakarsa Dwi Rahardi : Dihari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya. Pramudya Eka Rahardi : Dihari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.
Should I Marry My Best Friend? by nadiadeviana
nadiadeviana
  • WpView
    Reads 2,661,203
  • WpVote
    Votes 120,774
  • WpPart
    Parts 22
"Maaf Om, sebenarnya ada yang mau Genta sampein ke Om dan Tante.." dalam seketika, seluruh mata tertuju pada Genta. Tapi Genta tampak begitu tenang, dia selalu dapat mengatasi segala keadaan. "Sebenernya Genta dan Biya datang berdua kesini, karena Genta mau kasih tau ke Om dan Tante kalo kami sebenernya selama ini punya hubungan khusus. Dan aku pengen untuk ke jenjang yang lebih serius sama Biya." Ucap Genta lancar, selancar jalannya kereta express di gambir menurut Biya. Biya langsung menoleh dan menatap sahabatnya itu lekat-lekat, menunggu apakah sesaat lagi Genta akan tertawa terbahak-bahak karena semua ucapannya itu hanya cara ia untuk melucu di situasi yang rumit ini? Tapi ternyata tidak. Genta tetap tenang dan duduk dengan tegap seperti biasanya. Pandangan Biya beralih ke kedua orangtuanya yang kini menatap dirinya dan Genta dengan penuh selidik. Mencari kebohongan di mata sepasang atau lebih tepatnya yang baru mengaku sepasang kekasih itu. Untungnya Biya sadar akan gelagat orangtuanya itu, melihat sikap Genta yang tetap tenang, Biya tidak ingin menghancurkan bantuan sahabatnya ini. Biya langsung bersikap tenang sama seperti yang Genta lakukan. Walaupun sebenarnya ia benar-benar tidak mengerti ia sedang berada dalam permainan macam apa yang dibuat oleh Genta ini. Shabiya, Genta, Sahabatan, Menikah, Lalu? Keep reading dear =)
Flummoxed by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 187,848
  • WpVote
    Votes 16,733
  • WpPart
    Parts 7
Sebenarnya... aku masih ingin memperjuangkanmu dan melihat akhir dari cerita kita, namun waktuku juga sama berharganya dengan waktumu. Aku tidak bisa selamanya menunggu kamu.
L'Éternité et Aprés by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 412,462
  • WpVote
    Votes 14,994
  • WpPart
    Parts 73
❝I love you, I adore you, I want you, I need you, I miss you, I hate you...❞ What do those words simply mean to you?
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,278
  • WpVote
    Votes 168,792
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.