inyasidhyaa
- Reads 137,294
- Votes 8,720
- Parts 44
[COMPLETE]
SEBUAH KISAH BERLATAR KERAJAAN WESTERN BERBALUT JIWA SASTRA INDONESIA.
Tiada muara bagi dua aliran sengketa. Bagai keping langit dan bumi yang bersekutu lara, dua bilah mata mengukir guratan takdir di atas kertas.
Oh, akankah racun di ujung panah berubah menjadi manis?
Kael, putra mahkota Dravenor, pangeran yang dibesarkan untuk menggenggam dunia. Namanya berkelindan dengan maut hingga semesta menjulukinya "The Storm of Dravenor". Laksana badai, ia datang tanpa ampun dan pergi meninggalkan kehancuran. Di bawah panji Elang Hitam kerajaan, satu demi satu wilayah bertekuk lutut. Kerajaan-kerajaan yang dulu berdiri megah kini hanya menjadi bagian dari peta kekuasaan Dravenor, ditaklukan oleh strategi dingin dan pedangnya yang tak pernah ragu menumpahkan darah.
Alessia, putri bangsawan Ravencrest, yang hidupnya runtuh dalam satu malam. Kediamannya dibakar dan seluruh keluarganya musnah kecuali sang adik. Dari balik puing kehormatannya, ia melihat satu sosok di tengah kekacauan: Kael. Ialah pangeran Dravenor yang selalu melancarkan serangan mematikan ke negerinya. Pangeran dingin yang pedangnya tak pernah berhenti membuat mayat musuh bergelimpangan di tanah. Pangeran yang dielu-elukan rakyat Dravenor sebagai pahlawan, tetapi bagi Alessia adalah awal dari kehancuran. Sejak saat itu, Alessia hanya memiliki satu ambisi dalam hidupnya.
Membunuh Kael.
Namun, bagaimana jika takdir memutar roda hidup mereka tanpa ampun? Bagaimana jika kebencian yang Alessia tanamkan begitu dalam justru harus berhadapan dengan perasaan lain?
Di tengah luka dan kebencian yang masih menguasai hatinya, Alessia merasakan sesuatu yang sulit diabaikan. Sebuah ikatan yang menariknya ke arah Kael, meski ia terus menolak untuk mengakuinya.
•••
Cover : Pinterest & Canva
© All rights reserved. No part of this work may be used or reproduced in any form without permission from the author
Dear readers, please vote and comment 💗