LeenooYed
- Leituras 753
- Votos 141
- Capítulos 2
Jonathan Anoriel Eldwyn tumbuh sebagai anak bungsu keluarga Eldwyn-keluarga yang namanya berdiri di puncak kekuasaan, kekayaan, dan pengaruh. Di antara dua kakaknya yang nyaris sempurna, Jonathan justru dikenal sebagai yang paling "aman". Ia bersifat manja, clingy, mudah merajuk, dan terlalu polos.
Di antara dua saudara yang sama-sama menolak tahta Eldwyn, Jonathan menjadi pusat perlindungan. Ia dijaga, dikekang, dan disayangi dengan berlebihan. Tak ada yang menyalahkannya atas kematian sang mama yang telah tiada karena melahirkannya. Tak satupun dari keluarga Eldwyn. Karena keluarga besar itu meyakinin bahwa semua yang terjadi adalah takdir atau sebuah kejadian yang selama bertahun-tahun diterima sebagai takdir tanpa pertanyaan.
Hingga sebuah momen kecil mematahkan keyakinan itu pada diri Jonathan.
Tatapan yang terlalu gugup. Reaksi yang tak seharusnya ada. Dan larangan-larangan yang terdengar lebih seperti perintah untuk diam.
Jonathan tidak berubah. Ia tetap menjadi anak bungsu yang cerewet, mudah merengek, dan selalu mencari perhatian. Tak satu pun anggota keluarganya menyadari bahwa di balik sikap itu, Jonathan mulai menyusun kecurigaan dengan sangat rapi.
Tanpa suara. Tanpa saksi. Tanpa jejak.
Karena di keluarga sebesar Eldwyn, kebenaran bukan sesuatu yang boleh dicari secara terang-terangan. Dan terkadang, orang yang terlihat paling lemah... justru adalah satu-satunya yang berani menyentuh rahasia yang sengaja dikubur.
Jonathan hanya ingin tahu satu hal... apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya.
Namun di keluarga Eldwyn, mencari jawaban berarti bersiap kehilangan segalanya-termasuk orang-orang yang selama ini ia panggil keluarga.