NabilaChafa
Bagi Muthia, Ren adalah orang yang susah untuk diatur, seenaknya sendiri dan mulutnya tak pernah sekalipun bersahabat. Ia sangat tahu bahwa hidupnya hanya diperuntukkan buat pacar beda wilayah. Setiap akhir pekan, ia selalu pergi ke tempat pacar. Atas nama kesetiaan. Bagaimanapun, bagi seorang cewek yang melihat pasti sudah luluh, gregetan dan mendambakan seseorang yang sama untuk hidup mereka. Tetapi, bagi Muthia dia menganggap aneh.
Bagi Ren, Muthia adalah cewek yang ambisius, introvert tetapi punya cara untuk menyanggah semua perkataannya. Tidak cukup menyenangkan memang, kala Muthia bahkan tidak jarang membuatnya gregetan karena sifat cueknya. Yang dia tahu hanya Bagaimana mengerjakan tugas kuliah dengan cepat dan mendapatkan nilai terbaik. Itu saja. Pertemanannya hanya sebatas teman satu kelompok belajarnya. Hidupnya hanya dipenuhi oleh belajar. Itu saja. Tidak ada deskripsi yang menarik bagi Ren untuk menceritakan Muthia.
Sebuah rasa yang tak tertahan. Bagaimanapun pertemanan akan berjalan sehat jika tidak menimbulkan konflik di dalamnya.