dramionemania
- Reads 8,794
- Votes 478
- Parts 15
Bertahun-tahun. Terurai menjadi bulan, lalu minggu, hari-menjadi jam, menit, detik-hingga akhirnya hanya menyisakan momen-momen. Sederhana di satu sisi, begitu rumit di sisi lainnya. Menurut pengalaman Draco, momen, sesederhana apa pun kelihatannya, selalu punya kebiasaan berubah menjadi sesuatu yang tak mungkin direbut kembali. Momen-momen itu membesar, memanjang, berlipat ganda menjadi rentang waktu, menjadi era yang pada akhirnya menentukan keseluruhan perjalanan hidup seseorang.
Draco menyesali begitu banyak momen dalam hidupnya. Sebagian lahir dari pilihannya sendiri, sebagian lagi sama sekali berada di luar kendalinya. Namun semuanya memiliki satu kesamaan: tak ada satu pun yang bisa diulang. Pada titik tertentu, terjebak di antara begitu banyak seandainya yang ia ciptakan sendiri, ia berhenti menghitung semua penyesalan itu. Momen datang dan pergi, saling mendorong dan menarik, menjadi awal sekaligus akhir dari sesuatu. Sebab momen hanya akan tetap menjadi momen untuk sesaat. Setelah itu, semuanya berada di luar kendalinya.
Ketika Draco dipaksa bekerja sama dengan Hermione, ia jatuh cinta, melakukan terlalu banyak kesalahan, dan pada akhirnya menemukan jati dirinya sendiri.
Prekuel dari sudut pandang Draco untuk 'Menanti dan Berharap'.
Catatan: Bagian KEDUA dari lima dalam seri 'Wait and Hope'. Cerita ini memang ditujukan untuk dibaca setelah Wait and Hope.
⚠️ NOTICE ⚠️
Wait and Hope kini telah diadaptasi menjadi original story berjudul "Once, Again, Always". Karya tersebut akan diterbitkan secara resmi pada 8 Oktober 2026 di UK, di bawah nama pena Amanda Gayle.