satriasastradilaga
- Reads 366
- Votes 59
- Parts 16
Yogyakarta, Juni 2040
Keadaan kota lambat laun makin padat. Kemacetan terjadi dimana mana. Jalanan seakan tak mampu menopang mobil dan motor yang jumlahnya kian membludak.
Ketimpangan sosial semakin melebar, indeks gini semakin meninggi. Hotel yang gagah semakin banyak berdiri memenuhi inci demi inci pusat kota. Permukiman kumuh tak ubahnya pemandangan ironis yang berkebalikan dapat dilihat di beberapa penjuru kota.
Pasokan air bersih semakin menipis. Hotel - hotel mencoba memakai air artesis. Simpanan air tanah semakin berkurang. Depresi tanah pun mulai terlihat.
Namanya Bara. Dia adalah sosok pemuda yang baru menamatkan pendidikan dirgantaranya tiga Minggu yang lalu. Dia seorang pilot muda. Dia memiliki orang tua yang tinggal di Jakarta. Dia punya simpati dengan kota ini. Dia miris melihat pemandangan Kota Yogyakarta dari atas. Bagai kota dengan banyak pencakar langit yang punya pemukiman kumuh, sungai yang kotor, dan sampah yang berserakan di jalanan. Dia ingin mengubah kota ini menjadi lebih baik. Namun, dia bingung bagaimana caranya.
Juli 2040
Satu bulan berlalu, sebuah bencana besar menimpa kota. Sebuah ledakan besar yang entah darimana terdengar. Seluruh kota ambles ke dalam tanah. Langit biru tak terlihat. Hanya pemandangan hitam di atas mereka. Oksigen mulai berkurang. Apakah ini kiamat? Tentu, bukan.
Genre : Fiksi Ilmiah, SubMisteri