DeviMariaSimarmata's Reading List
4 stories
Tuhan Penolong Setia Dan Pengharapan Kekal (Story Of My Life) by DeviMariaSimarmata
DeviMariaSimarmata
  • WpView
    Reads 536
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 55
Kisah dan Pengalaman
Kenangan by DeviMariaSimarmata
DeviMariaSimarmata
  • WpView
    Reads 838
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 11
Sudah lama aku ingin berceritra tentangmu dan masa indah dulu yang sudah menjadi kenangan yang semu. Bahkan aku sempat lupa kapan aku mengenalmu dan kapan terakhir kita berpisah. Aku yang dulu tidak pernah merasakan bagaimana kau yang dulu diam-diam menyukaiku, bahkan diam-diam menyimpan kecemburuan yang pada akhirnya kita berpisah karna ada seseorang yang telah menarik perhatianmu dariku. Kini, setelah hampir 8 Tahun sudah aku manarik ulur hati dan menyatukan perasaanku menyampaikan dalam bentuk tulisan ini. Meskipun kini aku sudah memiliki seorang pria pilihanku dan kau pun sudah memiliki wanita pilihanmu. Mungkin dulu aku terlalu buruk dalam pandanganmu, sempat ku miliki meskipun tidak selamanya. Aku memulai untuk menulis lagi dan kelak dapat aku baca kembali jika usiaku menua dan akalku melemah ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Hari Update: -Up setiap hari -bila ada kendala,akan up 1-5 hari sekali Kamis, 25-Okt-2018 Maaf jika masih banyak typo
Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata) by DeviMariaSimarmata
DeviMariaSimarmata
  • WpView
    Reads 7,783
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 61
Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017