SunitaDPA
- Reads 550,878
- Votes 23,409
- Parts 2
Aku hanya berandai-andai, seolah-olah berandai bisa mengubah kenyataan. Aku membayangkan, jika saja aku tahu ini adalah jalan yang dianggap paling baik oleh semesta, mungkin aku tidak akan berlama-lama mempertanyakan. Mungkin aku tidak akan menangis terlalu lama di malam-malam sunyi, bertanya pada diri sendiri, "Kenapa aku?"
Tapi di antara andai-andai itu, aku mulai paham.
Jalan ini mungkin memang bukan jalan yang aku inginkan, tapi bisa jadi ini adalah jalan yang semesta tahu lebih baik untukku. Jalan yang penuh luka, ya, tapi mungkin juga jalan yang sedang menyiapkan aku untuk menemukan sesuatu yang lebih besar-sesuatu yang lebih berarti.
Aku hanya manusia biasa yang sering ingin tahu kenapa semuanya harus begini. Kenapa aku harus melewati semua ini sendirian, kenapa dia bisa pergi tanpa menoleh, kenapa aku masih sulit melepaskan? Tapi perlahan, aku mulai belajar bahwa takdir sering kali tidak butuh alasan.
Semesta punya caranya sendiri untuk menjawab, dengan bahasa yang hanya bisa kupahami ketika aku sudah sampai di ujung perjalanan.
Jadi, mungkin aku harus berhenti bertanya, berhenti berandai. Mungkin aku hanya perlu menerima bahwa semesta tidak pernah salah.
Jalanku ini, meski berat, mungkin adalah jalan menuju sesuatu yang lebih baik-jalan untuk akhirnya menemukan diriku sendiri.