Ayyaraara
- Reads 87,962
- Votes 2,944
- Parts 27
"Lo jangan berburuk sangka dulu deh." ucapnya aku langsung mengerutka jidatku.
"Ahh lo yang mindahin gue kan?" ucap ku sambil memutar mutarkan jari telunjukku di mukanya.
"Jangan nunjuk-nujuk bisa?" ucapnya.
"Alah jangan so mengalihkan topik deh, lo kan yang mindahin gue ke kasur ya kan kan kan?" ucapku sambil menaik turun kan alisku
"Dih gk ada kerjaan banget gue mindahin lo. "
"Terus gue kenapa ada disini?"
"Lo nggak inget? Ciyus." aku langsung menggelengkan kepalaku.
"Lo mau tau siapa yang pindahin lo?" aku langsung menganggukan kepalaku.
"Ya diri lo sendiri." ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan mengedikan bahunya.
Aku yang melihat itu langsung turun dari ranjang dan menggengam tangan kanan Ladit.
"Eittss."tarikku.
"Ishh apaan lagi?" ucapnya sambil menghadap ke arahku.
"Lo pasti gk mau denger deh ciyus."ucapnya sambil menirukan ucapanku tadi.
"Ih apaan sih Ladit lo tinggal ngomong aja."
"Heuh tadi tuh gini, pas tadi sedang enak-enaknya gue tidur sedikit ada gerakan dari arah kanan ranjang dan itu ternyata lo yang sedang berusaha naek ke atas kasur dan ya kamu tidur di atas kasur." ucapnya aku langsung melongo.
"Jadi kita berdua tidur berdua hah?" ucapku menunduk dan rasa panas di pipiku mulai terasa.
"Dan bukan itu saja." dengan freak smile nya.
"Hhuh apa lagi?" ucapku sambil mendongakkan kepalaku kepo.
Kepo itu adalah aku.
"Tadi ada yang maksa-maksa ingin nyium gue di saat mimpinya." ucapnya aku langsung melotot.
"Terus!" ucapku.
"Dia nyium gue--