Icafania
- Прочтений 86
- Голосов 10
- Частей 2
"Cinta yang tak terjangkau," gumam gue pelan, karena gue sadar, cinta dia gak akan bisa gue raih.
Dari awal gue ketemu dia aja kesannya aja udah gak enak, dan sekarang? Makin gak enak buat gue!!!
Dia tau akan perasaan gue?
Dan itulah yang bikin gue makin kesel sama dia,-walaupun sebenernya itu salah diri gue sendiri sih, kenapa coba, gue harus keceplosan bilang gue suka dia? Ini bencana beuddd.
Setelah itu, dia semakin sering jadi hero gue, juga semakin sering bikin gue baper sekaligus melting dan akhir - akhirnya, bikin gue salah tingkah!!!
Dan lo tau Geez?
Dia lakuin itu bukan karena dia juga punya feeling buat gue. But-
"Lo tau hobi gue sekarang apa? Hobi gue adalah gangguin hidup lo! Bikin lo cemberut, bikin lo sebel dan gue suka sama hobi gue. Gue bahagia liat muka lo yang selalu lo tekuk setelah gue bikin lo terbang lalu jatuh seketika," ketus cowok itu tepat di hadapan gue, ketika dia sedikit membungkukkan punggung agar wajahnya sejajar dengan wajah gue, dan terciptalah jarak pendek dari wajah dia dan gue, dan tatapan matanya beradu dengan tatapan gue.
Setelah gue memahami penuturan dari kalimat dia, apakah gue jadi benci dia? Enggak sama sekali!!! Entah kenapa, rasa ini malah semakin tertancap dalam dan tak mudah tuk menyabutnya, bahkan tak akan bisa.
Apa yang harus gue perbuat? Menerima cinta seseorang yang sama sekali gak pernah ada di hati gue walaupun sedetikpun?
Atau membuat dia cinta juga sama gue walaupun gue tau kalo dia cinta sama yang lain?
Susah!!!
Dan gue malah berharap suatu saat nanti dia juga punya rasa yang sama, gue tau gue bodoh! Terlalu bodoh malah.