[ one - shoot ]
7 povestiri
About the Girl Who Read Newspapers de prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURI 21,202
  • WpVote
    Voturi 4,103
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] Dia bilang, waktunya sebentar lagi. Dia bilang, kehadiranku membuatnya ingin memiliki lebih banyak waktu. Dia bilang, dia tidak seharusnya mengenalku. Dia bilang, selamat tinggal. Dia bilang, pergi, Rai.
Kalau Hujan Sudah Berhenti de prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURI 34,144
  • WpVote
    Voturi 4,591
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] "Kapan kau pergi dari situ?" tanyaku. "Kau bisa sakit." Seperti yang sudah-sudah, gadis itu menjawab, "Kalau hujan sudah berhenti."
Imajinisa ✔ de billaza
billaza
  • WpView
    LECTURI 14,895
  • WpVote
    Voturi 1,609
  • WpPart
    Capitole 1
[CERPEN] Bagi Nisa, cowok cakep itu adalah cowok yang tinggi, menarik, dan juga pintar. Ketiga poin yang persis dimiliki oleh Ihsan. Bagi Ihsan, cewek cantik itu adalah cewek yang mungil, imut, dan juga konyol. Ketiga poin yang persis dimiliki Nisa. Tapi, sahabat Ihsan menyukai Nisa. Dan sahabat Nisa menyukai Ihsan. Apakah cinta memang serumit ini? Hak Cipta Terlindungi. {one shot event by @circlewriters}
Tentang Aria de sweatertowns
sweatertowns
  • WpView
    LECTURI 5,261
  • WpVote
    Voturi 917
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] Aku tak bisa berhenti bertanya-tanya kenapa Dad melarangku mengunjungi gadis yang tinggal di sebelah rumahku. © 2017 by Hilly Ecclesiana. All rights reserved.
Pukul Sembilan de expellianmus
expellianmus
  • WpView
    LECTURI 27,892
  • WpVote
    Voturi 4,315
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] Bagiku, ucapan selamat malam adalah ucapan penghargaan untuk seseorang karena telah berhasil melewati harinya. Dan bagiku, ucapan selamat malam harus diucapkan sebelum pukul sembilan. Karena setelah pukul sembilan, aku seperti mayat berjalan. Dan karena hidupku, bisa dibilang, berakhir pada pukul sembilan.
About the Girl Who Took Pictures de prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURI 23,587
  • WpVote
    Voturi 4,176
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] Kuharap, aku tidak pernah tahu isi kamera gadis itu.
+ încă 5
The House of the Montgomerys de prohngs
prohngs
  • WpView
    LECTURI 17,334
  • WpVote
    Voturi 2,813
  • WpPart
    Capitole 1
[1/1] Sebelum dia mendorong papan biru yang sudah kuketuk empat kali, gadis bersuara angin itu menoleh. "Kau," mulainya, "mungkin akan terkejut melihat ini." Setelah itu, dia mendorong pintu. Dan, teori kau-mungkin-akan-terkejut bukan hanya sebuah perkiraan yang tak berdasar. Aku memang terkejut.