mulyana-pratamaa
Di lantai dua, di teras rumah, depan kamar Sadewa.
"Terimakasih, kau sudah mau membantuku sejauh ini." Ucap Sadewa. Memecahkan suasana lengang beberapa saat.
"Aku senang bisa membantumu Mas." Shella Angelina menoleh. Tersenyum.
Sadewa balik menoleh. Menatap lamat-lamat wanita yang ada disampingnya. Balas tersenyum.
Tetapi, ada kesedihan diantara senyuman keduanya. Ada perasaan yang tidak bisa dibohongi. Ada perasaan yang tertinggal begitu mendalam. Entah, perasaan apa yang terjadi pada mereka.