AngelinoLakusaa
bercerita tentang seorang remaja bernama Aera yang tumbuh di keluarga yang telah pecah sejak lama. Rumahnya masih berdiri, tapi kehangatan di dalamnya sudah runtuh: ayah yang jarang pulang, ibu yang sibuk menyembunyikan luka, dan pertengkaran yang menjadi suara latar setiap hari.
Di tengah retakan itu, Aera perlahan kehilangan kemampuan untuk merasakan. Ia tidak lagi marah, tidak lagi sedih, bahkan tidak lagi bahagia. Ia hanya berjalan seperti tubuh yang bergerak tanpa jiwa yang menjalani hidup yang tak tau kapan akan berakhir, dan menghabiskan waktu di kamarnya yang terasa seperti ruang kosong dalam dirinya sendiri.
Suatu hari, Aera menyadari bahwa masa depan selalu ditanyakan kepadanya: cita-cita, rencana, mimpi. Namun bagaimana mungkin ia berbicara tentang esok, jika hari ini saja tidak lagi terasa nyata? Perjalanan cerita mengikuti Aera ketika ia mencoba menghadapi masa lalu keluarganya, menerima kehancuran yang tak bisa diperbaiki, dan menemukan bahwa "mati rasa" adalah cara tubuhnya bertahan.
Novel ini bukan hanya tentang kehilangan rasa, tetapi tentang perjalanan pelan menuju hari esok. bukan dengan janji semua akan baik-baik saja, melainkan keberanian untuk tetap melangkah meski hati belum pulih sepenuhnya.