hmmmm
3 stories
Bayi Ini Mudah Pecah by triskaidekaman
triskaidekaman
  • WpView
    Reads 2,008
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 6
[Mei 2024] Sebagian besar bab diturunkan (unpublish) karena dalam proses penerbitan ke bentuk buku fisik. _____________ [COMPLETE] Pramusiwa membungkus Bayi Kaca dengan plastik gelembung dan kardus, pamit pada Istri Muda, demi mencari Bapak Bayi. Ia menumpang Sopir Grib. Ketika Pramusiwa menelengkan kepala ke arah yang salah, ia lengah, dan Sopir Grib pun lari menggondol kardus itu. Lengkap dengan Bayi Kaca di dalamnya. Peringatan: Mengandung deskripsi kekerasan. Versi draf pertama: April 2018.
ALLBLACK by fscworks
fscworks
  • WpView
    Reads 23,804
  • WpVote
    Votes 1,471
  • WpPart
    Parts 52
https://www.goodreads.com/book/show/32204045-allblack-project Genre: Psychological, action, sci-fi, supernatural. Update tiap 10 hari sekali. Semalam aku terbangun tanpa bisa ingat apa yang sudah terjadi padaku, seakan aku baru terlahir kemarin. Namun juga tidak ada yang bisa membuktikan kalau "masa lalu" itu nyata. Bisa saja kita baru terlahir sekarang dan apa yang ada di dalam ingatan kita hanyalah rekayasa. Seperti itulah yang kurasakan saat ini; tersesat, kebingungan, dan tidak yakin ke mana harus melangkah. Jadi mungkin saja aku baru terlahir semalam, tapi entah bagaimana, "masa lalu" mengejarku. Aku tidak bisa mengingatnya, tapi mereka bilang aku menyebabkan jatuhnya sebuah helicopter. Bangsat! Seandainya aku bisa mengingat sesuatu! Namaku, aku bahkan tidak bisa ingat namaku sendiri! Tapi kenapa? Kenapa meski aku tidak bisa ingat namaku, aku bisa ingat dengan orang yang menyebabkanku menjadi seperti ini. Tidak cuma itu, aku bahkan tidak yakin kalau aku ini manusia. Tidak setelah apa yang terjadi hari ini. Aku bisa menghentikan hujan. Tidak seperti mengubah cuaca dari hujan menjadi cerah, tapi... Aku membuat ribuan tetesan air hujan berhenti jatuh, menggantungkannya di udara seperti gravitasi tidak berpengaruh di sekitarku. ... Jauh dalam lubuk hatiku, aku yakin kalau aku harus mengakhiri semua ini. Namaku ---, biar kuceritakan kisahku. Phase#1 - ALPHA (α) - ZETA (ζ) Phase#2 - ETA (η) - MU (μ) Phase#3 - NU (ν) - SIGMA (σ) Phase#4 - TAU (τ) - OMEGA (ω) Note: Jangan lupa tinggalkan komentar; kritik, saran, pujian, celaan, atau protesan pun diterima 'kok. :D Appresiasi dalam bentuk apa pun sangatlah berharga, terima kasih sudah mampir. ^^ BTW jangan lupa bantu like buat fanpage resminya di http://fb.me/RedLambdaThesis Original story by fsc, copyright (c) 2011-2016, unregistered but all rights should be reserved.
Exolia (Trace of A Shadow #1) - [COMPLETED] by StefaniJovita
StefaniJovita
  • WpView
    Reads 39,256
  • WpVote
    Votes 4,820
  • WpPart
    Parts 51
[Fantasy - Romance - Adventure - Action] - Highest Rank #62 on June 22nd 2017. 17+ Warning, karena ada violence. - Exolia (Trace of A Shadow #1) - COMPLETED - Onogoro (Trace of A Shadow #2) - ONGOING - Savior (Trace of A Shadow #3) - Februari 2018 Satsu Otomu tak pernah menyukai dunia nyata. Orang tua selalu mengekang, anak-anak sekelas menindasnya, adiknya pun tak pernah kembali atau menghubungi, seakan melupakan dirinya. Namun ketika Satsu tiba-tiba saja berpindah ke dunia lain, dunia mistis yang selama ini diidam-idamkannya, ia malah terkena kutukan. Suaranya direnggut, fisiknya diperkuat, dan haknya sebagai manusia dicabut. Satsu menjadi Shadow--mereka yang harus tunduk pada manusia, atau mati--di dunia baru. Enam bulan kemudian, pergolakan terjadi di Kerajaan Exolia, tempat Satsu berada. Seorang pangeran dari negara luar melamar putri tunggal kerajaan itu, padahal Exolia adalah kerajaan terisolasi yang seharusnya tak mungkin dimasuki. Di balik semua ini, ada rahasia yang bisa mengembalikan Satsu ke dunia tempatnya berasal. Ia akan menghalalkan segala cara, meski harus membunuh sekalipun, demi bisa kembali menjadi manusia. Trace of A Shadow akan menghadirkan kisah orang-orang yang menghadapi musuh bernama "kenyataan". [NOTE: Ada banyak illustrator yang berperan dalam Trace hingga saat ini. Cover by Ao Choku. Prev Cover by Fachrul Reza Riva'i.]