danjihyunn
"Karena mencintaimu, artinya aku harus siap terbang tinggi meski aku takut jatuh."
Di sudut pasar Yogyakarta yang riuh, Arum (25) menemukan dunianya dalam aroma ragi dan manisnya olesan selai. Baginya, kebahagiaan itu sederhana: melihat pelanggan tersenyum saat mencicipi roti buatannya. Namun, kesederhanaan itu mulai terusik sejak sosok Letnan Dua Rayyan Maulana Malik hadir.
Ian begitu ia biasa dipanggil, adalah personifikasi dari ketegasan langit. Pria TNI AU yang kaku, pendiam, dan tampak mustahil untuk digapai. Diam-diam, Arum menaruh hati, menyelipkan doa di setiap adonan yang ia uleni, berharap sang Sersan menyadari keberadaannya yang "kecil" di tengah hiruk pikuk pasar.
Namun, cinta ternyata tidak sesederhana resep roti favoritnya. Saat Arum mulai berani bermimpi, kenyataan menghantamnya dengan keras. Ian bukan hanya seorang prajurit biasa; ia datang dari garis keturunan yang terpandang, keluarga yang "bukan orang sembarangan".
Mampukah Arum yang hanya seorang gadis pasar melawan rasa insecure yang kian menghimpit? Di tengah perbedaan jabatan, kasta, dan ekspektasi keluarga, akankah ketulusan Arum cukup untuk meluluhkan dinginnya sikap Ian? Ataukah Arum harus menyerah sebelum benar-benar berjuang bersanding di bawah baret biru sang Sersan?