jiei8eight's Reading List
4 stories
Lukisan Tentang Langit by dizappear
dizappear
  • WpView
    Reads 1,667,068
  • WpVote
    Votes 74,856
  • WpPart
    Parts 6
[BOOK 2] Seperti kanvasku, kamu dingin dan datar. Seperti kanvasku, kamu kosong, tak ada noda, tak ada warna. Dan seperti pada kanvasku, aku mencoba memberi sentuhan di sana. Menorehkan biru juga jingga, serta merah menyala. Agar kau tau, hidup tak hanya tentang putih saja. Tapi, tak seperti kanvasku yang diam dan menerima. Kamu membentengi dirimu dengan dinding kelam kenangan yang belum kamu lupakan. Dan aku sadar, kamu adalah Langit, bukan kanvas milik Mega. ••• July, 2017 Anindya Frista Cover by hastapena
-constellation by kaydnloue_
kaydnloue_
  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 4
Dari sekian banyak orang yang tidak peduli pada dunia, Maura adalah satu diantaranya. Gadis itu berhenti peduli pada dunia dan isinya-sejak kejadian yang membuatnya berpikir bahwa itu adalah satu satunya hal yang bisa dilakukannya dengan benar. Dan memang, Maura berhasil melakukannya. Jika orang bilang hidupnya gelap, tanpa warna, maka Maura bisa mengatakan bahwa dialah kegelapan itu sendiri. Tapi keadaan itu berubah ketika seseorang tak sengaja melangkah masuk ke dalam dunia yang diciptakan Maura. Ah, tidak. Mungkin itu bukan ketidaksengajaan. Karena sebuah bintang tak akan muncul tanpa sebab di tengah kegelapan. Jika Maura adalah Sang Kegelapan dan 'dia' adalah Sang Bintang, maka takdir seperti apa yang akan mereka mainkan? Apapun itu, sejak awal pertemuan mereka hanyalah kesalahan dari skenario Sang Pencipta.
Kelompang by mikokoi
mikokoi
  • WpView
    Reads 92,051
  • WpVote
    Votes 7,819
  • WpPart
    Parts 57
[cara baca: gunakan latar belakang berwarna hitam untuk hasil yang maksimal] kosong. omong kosong. kosong. ©2018 sampul: @Hiyoki_
Cahaya Untuk Bulan by Junieloo
Junieloo
  • WpView
    Reads 136,817
  • WpVote
    Votes 3,405
  • WpPart
    Parts 7
Sekuel: Lagu Untuk Bintang * Setelah kepergian Bintang kecil mereka, Bulan tidak seperti Bulan yang dulu. Meskipun di depan bundanya serta Langit, sahabatnya, Bulan tetap menunjukkan cahayanya, tapi ia membeku di dalam. Bulan yang semula memiliki banyak teman, kini ia lebih senang menyendiri. Bahkan, ketika ada yang ingin bergabung dengannya saat Bulan tengah sendiri, ia menampilkan tatapan bengis yang mengisyaratkan pengusiran berupa ancaman akan membunuh orang itu hidup-hidup jika masih mengusiknya. Sampai Bulan bertemu cahaya baru... Bintang Biru. Laki-laki polos yang cupu abis! Bukan hanya nama yang membuat Bulan lantas gencar mendekatinya, tapi kepribadian Biru--atau yang biasa dipanggil Bulan sebagai Bintang--lah yang membuat gadis itu melihat sosok adik kecilnya dalam diri si cupu Biru. Bagi Bulan, dipertemukan dengan Biru adalah keuntungan sekaligus kesempatan kedua untuk mendapatkan cahayanya kembali. Namun, bagi Biru, bertemu gadis menawan sekaligus mengerikan itu adalah kesialan. Walaupun begitu, karena kehadiran si cantik Bulan di dunianya, Biru bisa mengucap selamat tinggal untuk para pembully dirinya. Di balik dunia tersembunyi... Kegelapan tengah bermain dengan warna cahaya.