followkrisra8's Reading List
21 histórias
Asmara Berdarah de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 262,382
  • WpVote
    Votos 4,096
  • WpPart
    Capítulos 130
Lanjutan Siluman Gua Tengkorak Kisah Cinta dua pasang muda mudi yang penuh dengan konflik dan pertentangan antara senang dan susah, antara suka dan benci, antara kenyataan dan apa yang di harapkan, siapakah pasangan muda mudi yang bertualangan cinta ini dan bagaimanakah akhir kisah dari petualangan mereka.
Petualang Asmara de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 104,851
  • WpVote
    Votos 1,069
  • WpPart
    Capítulos 11
Lanjutan Pedang Kayu Harum. Tokoh Utama: Yap Kun Liong, keponakan murid dari Cia Keng Hong, tetapi mewarisi ilmu Thi-Khi-i-Beng darinya. Sangat beruntung karena menjadi murid dari tokoh sakti mantan ketua Hoa-san-pai, Bun Hwat Tosu (mendapat ilmu yang bisa menangkal Thi-Khi-i-Beng) dan mantan ketua Siaw-lim-pai, Tiang Pek Hosiang. Terakhir ia malah secara kebetulan menemukan kitab ilmu silat sakti Keng Lun Tai Pun peninggalan raja besar Bun Ong di sebuah pulau. Berjiwa bebas dan digilai banyak wanita. Ciri khasnya adalah kepalanya yang gundul plontos sejak kecil akibat terkena jarum racun Ouwyang Bouw, meski akhirnya tumbuh kembali setelah memakan telur ular hitam. Mempunyai seorang putri (Yap Mei Lan) hasil hubungan semalamnya dengan Lim Hwi Sian yang mencintainya. Menikah dengan Pek Hong Ing, lalu menikah lagi dengan Cia Giok Keng di usia senja setelah meninggalnya Pek Hong Ing.
Pedang Kayu Harum (Siang Bhok Kiam) de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 173,544
  • WpVote
    Votos 1,917
  • WpPart
    Capítulos 22
Sie Cun Hong (Sin-jiu Kiam-ong atau Raja Pedang Tangan Sakti) adalah pemilik pertama Siang-bhok-kiam (Pedang Kayu Harum) sekaligus guru tunggal Cia Keng Hong (tokoh sentral cerita ini). Meskipun berwatak aneh dan dan tidak tabu melakukan hal - hal di luar norma yang ada (doski mata keranjang), ia sangat sakti. Karena wataknya itu Sie Cun Hong mempunyai banyak musuh, baik dari golongan hitam maupun putih. Sie Cun Hong tewas dengan meninggalkan teka - teki tempat penyimpanan harta warisannya yang akhirnya bisa dipecahkan oleh Cia Keng Hong sehingga membuatnya menjadi manusia paling sakti di dunia Kang-ouw.
Serial Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 - Bastian Tito de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 1,390,330
  • WpVote
    Votos 22,592
  • WpPart
    Capítulos 186
Wiro Sableng atau Pendekar 212, adalah nama tokoh fiksi dalam seri buku yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng. Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru. Salah satu novel silat asli Indonesia yang wajib dibaca adalah novel Wiro Sableng. Jika Anda membaca kisah di dalam novel Wiro Sableng dari awal hingga akhir, maka anda pasti akan menjumpai karakternya yang juga ikut tumbuh menjadi lebih dewasa. Dikisahkan, Wiro Sableng muda memiliki sikap yang ugal-ugalan dan suka main-main berlebihan. Namun seiring dengan novelnya yang makin hari makin bertambah, si Wiro Sableng kemudian digambarkan menjadi pribadi yang bijaksana dan serius. Selain itu, karakter Wiro Sableng digambarkan oleh penulis sebagai seorang yang digilai banyak wanita cantik. Namun Wiro sejatinya adalah pemuda baik hati dan sakti yang tidak suka mempermainkan wanita. Para wanita pecinta Wiro Sableng banyak seperti, Dewi Bunga Mayat, Ratu Duyung, Bidadari Angin Timur, Anggini (Dewi Keurudung Biru, muridnya Dewa Tuak), dan Puti Andini. Masing-masing novel menampilkan kisah yang berbeda meskipun semua tokoh utamanya tetap Wiro Sableng. Novel yang legendaris ini memang dikemas dalam bentuk serial sehingga untuk memahami secara utuh kisah si Wiro Sableng, maka Anda harus membaca semua seri novelnya.
Suling Pusaka Kumala - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 44,663
  • WpVote
    Votos 527
  • WpPart
    Capítulos 17
"Benar, karena itu kita harus mencari buktinya," kata A Seng atau Ki Seng "Serahkan saja kepadaku. Aku akan mencari buktinya dan akan menangkap penjahat itu. Mari kita keluar dan pergi ke pondok Teratai untuk memancingnya. Jangan khawatir, aku telah mempersiapkan semua pengawal untuk melindungi kita kalau terjadi sesuatu." Pondok Teratai yang dimaksudkan Ki Seng adalah sebuah pondok indah yang berada di dekat kolam teratai di tengah taman bunga istana yang luas itu. Tiga orang pangeran itu menurut dan pergilah empat orang pemuda itu ke taman. Dan ketika mereka keluar dari pintu samping, Han Lin melihat mereka dan ketika mereka berjalan memasuki taman menuju ke pondok dekat kolam teratai, Han Lin membayanginya. Tiga orang pangeran yang lain tidak mengetahui, akan tetapi Ki Seng yang memiliki panca indera yang tajam tentunya sudah mengetahui bahwa ada orang membayangi mereka dan dia dapat menduga bahwa orang itu tentu Han Lin. Ketika empat orang itu memasuki pondok, Han Lin segera menghampiri jendela. Dia ingin mendengar percakapan mereka. Ketika akhirnya dia berhasil mendekati jendela pondok itu, memilih bagian yang gelap lalu mengintai ke dalam, dia merasa heran karena yang dilihatnya hanya ada tiga orang pangeran. A Seng sama sekali tidak tampak ada di dalam ruangan pondok itu. selagi dia merasa heran dan menduga-duga tiba-tiba terdengar bentakan nyaring yang datang dari arah belakangnya. "Penjahat! Tangkap penjahat!" teriakan itu disusul menyambarnya sebuah pukulan yang amat dahsyat ke arah punggungnya. Han Lin maklum bahwa itu merupakan serangan yang amat berbahaya. Dia cepat melompat ke samping untuk mengelak dan dia melihat bahwa penyerangnya bukan lain adalah Pangeran Cheng Lin palsu atau A Seng!
Pendekar Tongkat dari Liong San (Liong San Tung Hiap) - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 23,484
  • WpVote
    Votos 312
  • WpPart
    Capítulos 8
Orang gila yang sekarang disebut Raja Gila itu dulunya adalah seorang pangeran yang berpengaruh di kota raja bernama Leng Tin Ong. Pengaruhnya demikian besarnya sehingga ia ditakuti serta disegani oleh para pembesar dan pangeran lain karena selain orangnya jujur dan keras hati, juga ia memiliki kepandaian tinggi sekali, karena ia adalah anak murid langsung dari Jing Li Tosu dari Kun-lun-san. Beberapa puluh tahun yang lalu ketika putera tunggalnya yang bernama Leng Ki Pok baru berusia tiga belas tahun, terjadilah malapetaka menimpa keluarga bangsawan ini. Ketika itu kedudukan Leng Tin Ong sangat kuat dan ia disegani, bahkan mendapat penghormatan dan kepercayaan dari Kaisar sendiri. Pada masa itu, di dalam istana sedang terjadi perebutan kekuasaan dan di antara sekian banyak bangsawan yang memperebutkan kedudukan terdapat seorang pangeran bernama Beng Hwat Ong. Pangeran ini juga sangat berpengaruh karena adik perempuannya menjadi permaisuri ketiga dari Kaisar. Diam-diam Pangeran ini mengandung niat untuk merebut tahta kerajaan dan semua pembesar yang berhati khianat telah menjadi kaki tangannya.
Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 13,593
  • WpVote
    Votos 218
  • WpPart
    Capítulos 6
Siok Lan teringat dan wajahnya berseri. Ia tidak merasa malu lagi setelah mendengar Tan Hong bicara kepadanya. Ia lalu mengangkat muka memandang kepada ayahnya dan Ong Kai dan berkata, "Ayah, sebelum aku menyatakan pesan keluarga Lai, terlebih dulu hendak kuceritakan tentang sepak terjang gagah perkasa dari Ongsuheng yang menolong seorang gadis bernama Lai siocia!" Kemudian dengan singkat Siok Lan menceritakan peristiwa penculikan Lai Hwa Eng dan bagaimana dengan gagah Ong Kai menolong gadis itu. "Dan sebelum kami bertiga meninggalkan rumah keluarga Lai, aku mendapat tugas untuk menjadi perantara dan menjodohkan Lai Hwa Eng dengan Ong suheng!" Muka Ong Kai yang sudah hitam itu menjadi makin hitam ketika darah menyerbu naik ke mukanya. Ia pandang sumoinya dengan mata terbuka lebar, setengah tidak percaya dan setengah marah. Akan tetapi Siok Lan tidak memperdulikannya, lalu berkata selanjutnya, "Dan Lai Wangwe suami isteri minta supaya hal ini kumintakan perkenan dari ayah sebagai guru dan wali Ong suheng." Lo Cin Ki tertawa geli. "Aah, kalian anak-anak muda ini memang aneh! Bagaimana menurut pandanganmu, Lanji? Apakah Hwa Eng itu seorang gadis baik?"
Pembakaran Kuil Thian Lok Si - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 17,195
  • WpVote
    Votos 351
  • WpPart
    Capítulos 17
Kaisar terkejut sekali, apalagi ketika mendengar bahwa seorang di antara kedua orang pemberontak itu adalah Gobi Ang Sianli yang telah terkenal namanya di kota raja, dan alangkah marahnya ketika ia mendengar bahwa pemberontak ini semenjak kecil telah dipelihara dan dididik oleh Gak Song Ki, perwiranya yang setia itu. Ia lalu mengeluarkan perintah kepada Can Kok untuk menangkap Gak Song Ki dan isteri pemberontak Ma Gi yang kini menjadi isterinya itu. Juga perintah itu mengharuskan ditangkapnya Siauw Eng dan Cin Pau serta Sian Kong Hosiang, ketua Thian Lok Si yang dapat lolos itu. Semua itu berkat kelicinan dan kecerdikan Can Kok hingga sekali gus ia mendapat surat kuasa dari Kaisar untuk menawan atau membunuh musuh-musuh dan orang-orang yang tidak disukainya. Kemudian Can Kok menyatakan kekhawatirannya karena pihak musuh adalah orang-orang yang berkepandaian tinggi, maka ia mohon diberi bantuan perwira-perwira yang pandai. Kaisar lalu memerintahkan kepada tiga orang perwira yang merupakan panglima besar dan tokoh tertinggi, yakni yang bernama Mau Kun Liong, Oey Houw, dan Oey See In. Selain mendapat bantuan ketiga panglima ini, Can Kok juga memberi kabar kepada kawan-kawan lamanya, yakni Kongsan Hong-te dan kedua tosu dari Gobi-san, Cin San Cu dan Bok San Cu, oleh karena ia maklum bahwa biarpun Siauw Eng dan Gak Song Ki adalah murid-murid kedua orang tosu ini, akan tetapi Cin San Cu dan Bok San Cu adalah tosu-tosu yang taat dan setia kepada Kaisar. Dengan senjata surat perintah Kaisar, maka ia yakin bahwa kedua orang tosu itu tentu akan suka membantu untuk menawan murid-murid sendiri.
Pendekar Bermuka Buruk - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 50,327
  • WpVote
    Votos 789
  • WpPart
    Capítulos 13
Diam-diam Lie Bun tersenyum. Ah, julukan ini tidak lebih buruk dari pada Si Topeng Setan, yakni julukan yang dulu kakaknya memberinya. Kemudian ia perhatikan kakaknya yang mulai bertanding. Hok Hwat Hwesio menjadi marah dan kirim pukulan berat ke arah dada Lie Bun. "Hwesio besar, kurang rendah pukulanmu!" Lie Bun mengejek sambil bongkokkan tubuh dan melesat dari bawah lengan lawannya. Semua penonton tertawa riuh karena pertandingan ini lucu sekali. Sedangkan Lie Kiat kerutkan alis karena ia khawatir sekali melihat gerakan adiknya yang kelihatannya seperti bukan gerakan silat itu. "Ah, celaka, jangan-jangan ia tidak mengerti silat," katanya perlahan tapi terdengar juga oleh suhunya yang berdiri di sebelahnya. "Jangan kau cemas, Lie Kiat. Kepandaian adikmu itu masih beberapa lipat lebih tinggi dari pada kepandaianku atau kepandaian Hok Hwat Hwesio," kata Kong Liak dengan mata berseri dan mulut tersenyum. Lie Kiat terkejut sekali dan memandang suhunya dengan hati tidak percaya. Kemudian ia melihat lagi ke atas panggung. Setelah beberapa kali memukul tapi selalu dapat dikelit oleh Lie Bun dengan lincahdan lucu. Terkejutlah Hok Hwat Hwesio. Ia merasa penasaran sekali dan sambil berseru keras ia keluarkan tendangan Siauw-cu-swie, yakni tendangan berantai yang berbahaya sekali. Kedua kaki hwesio yang besar dan kuat itu seakan-akan berubah menjadi kitiran dan tiada hentinya bergerak bertubi-tubi menendang ke arah bagian-bagian berbahaya dari Lie Bun. Sambil menggerakkan kakinya menendang, Hok Hwat Hwesio keluarkan seruan-seruan pendek untuk mengatur tenaga. Semua orang, termasuk Lie Kiat keluarkan teriakan tertahan dan ngeri.
Pusaka Gua Siluman - ASKPH de JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Leituras 133,236
  • WpVote
    Votos 1,823
  • WpPart
    Capítulos 31
"Nona manis, kau hendak ke mana?" "Hendak memasuki dusun Kang-le-bun Ini, lalu menyeberang..." jawab Siok Ho acuh tak acuh, menahan kemarahannya melihat pandang mata orang yang begitu kurang ajar. "Hai, tak boleh menyeberang. Salah-salah kau bisa disangka mata-mata. Lebih baik hayo ikut ke pondokku, selain aman kaupun akan merasai kesenangan bersamaku!" Terdengar beberapa orang anak buah pasukan itu tertawa. "Ciangkun, aku sedang melakukan perjalanan dengan suamiku, harap jangan ganggu!" kata Siok Ho yang hampir tak dapat menahan kemarahannya. Baiknya ia masih ingat bahwa dia dan Siok Bun berada di daerah musuh, maka untuk menyelamatkan diri terpaksa ia mengakui Siok Bun sebagai suaminya. Muka Siok Bun menjadi merah mendengar ucapan ini, akan tetapi ia cepat-cepat menjura kepada Thio Sun sambil berkata, "Harap tai-ciangkun suka maafkan kami suami isteri yang hendak melakukan perjalanan menyeberang sungai...." Tadi mendengar bahwa nona manis itu adalah isteri pemuda itu, berkerut kening komandan itu dan jelas ia kelihatan kecewa. Akan tetapi mana ia mau mengalah begitu saja? "Kalian mau menyeberang? Tentu mata-mata musuh!" bentaknya tegas.