tyasistiningsih1234's Reading List
Истории 2
Back to the Past? [ Tahap Revisi ] на gyasiio
gyasiio
  • WpView
    Прочтений 5,492,595
  • WpVote
    Голосов 363,595
  • WpPart
    Частей 80
⚠️WARNING TYPO BERTEBARAN!! DIPERHATIKAN DALAM MEMBACA!⚠️ Evlleca Amoure Blean, putri seorang Kaisar yang kembali kemasa lalu untuk mengubah takdirnya. Memiliki suami yang berselingkuh dengan adiknya sendiri, membuat Putri Amoure marah hingga merencanakan sebuah pembunuhan berencana untuk adiknya sendiri. Namun naas-nya, rencana pembunuhan itu gagal, dan malah membuat Putri Amoure mati dihukum penggal. " Tuan Putri Amoure, ucapkan kata-kata terakhirmu! " " Aku berharap, dua bajingan itu hancur! Sehancur-hancurnya. " Dapatkah Putri Amoure mengubah takdirnya? Dapatkah Putri Amoure merasakan kebahagiaan? #RANK1#17-8-2023 KARYA MURNI AUTHOR! BUKAN TERJEMAHAN!🐷 HI GUYSSS! WELLCOMBACK FOR MY HISTORY. START : 30/Mei/2023 END : -
KINGS: Themis на ConanFa
ConanFa
  • WpView
    Прочтений 343,129
  • WpVote
    Голосов 52,728
  • WpPart
    Частей 74
Aria. Ia adalah anak kandung yang hilang. Dan saat kembali, tempatnya... telah digantikan. Tak ada pelukan. Tak ada air mata rindu. Yang ada hanya tatapan takut-takut kehadirannya akan merusak "kebahagiaan baru" yang bukan untuknya. Tapi ia diam. Ia bertahan. Karena ia masih punya satu hal yang dunia belum rebut darinya: saudari kembarnya, Asia. Sampai hari itu datang. Satu jebakan. Satu tragedi. Dan Asia... tak pernah kembali. Ia sendiri selamat. Tapi tidak utuh. Ia kehilangan lebih dari tubuh-ia kehilangan tempat, suara, dan makna. Dan dunia... tetap memilih membela mereka yang tampak bersih, tapi kotor di dalam. Ia bersuara-namun diasingkan. Ia hadir-namun dilupakan. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali. Bukan sebagai gadis yang pernah ditinggalkan. Tapi sebagai bayangan keadilan itu sendiri. Tenang. Tak bercela. Tak tersentuh. Menggeliat dalam gelap yang samar, berpura-pura bahwa ia adalah cahaya. Dan ketika mereka yang dulu mencintai yang salah mulai tumbang satu per satu, mereka bertanya: "Kenapa kami?" Ia hanya tersenyum. Lembut. Tajam. "Bukankah kita sedang bercanda?"